
Pantau - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menjalin kerja sama di bidang pertahanan dan teknologi militer dengan Sudan melalui pertemuan resmi di Jakarta.
Pertemuan tersebut berlangsung antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali di Gedung Kemhan, Jakarta, dalam rangka kunjungan kehormatan atau courtesy call.
"Kedua pihak membahas penguatan kerja sama pertahanan berbasis prinsip saling menguntungkan, termasuk peluang industri pertahanan, pembentukan kerangka formal kerja sama serta rencana peninjauan lapangan," ungkapnya.
Fokus Penguatan Pertahanan dan Industri
Kerja sama yang dibahas mencakup penguatan sektor pertahanan serta pengembangan teknologi militer antara kedua negara.
Selain itu, peluang pengembangan industri pertahanan menjadi salah satu agenda utama dalam pembicaraan tersebut.
Kedua pihak juga menyoroti pentingnya pembentukan kerangka formal sebagai dasar implementasi kerja sama jangka panjang.
Rencana peninjauan lapangan turut menjadi bagian dari langkah konkret untuk merealisasikan kerja sama tersebut.
Peningkatan SDM melalui Pendidikan Militer
Dalam pertemuan itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama kedua negara.
Kerja sama di bidang SDM direncanakan dilakukan melalui program pendidikan militer bersama antara Indonesia dan Sudan.
Pertemuan berlangsung hangat dan mencerminkan hubungan bilateral yang telah terjalin baik sejak lama.
Kementerian Pertahanan RI berharap kerja sama ini dapat memperkuat hubungan bilateral sekaligus memberikan manfaat strategis bagi kepentingan pertahanan Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick








