HOME  ⁄  Ekonomi

DPR Tekankan Investasi di Kepri Harus Diiringi Peningkatan Kualitas SDM Lokal agar Tidak Jadi Penonton

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPR Tekankan Investasi di Kepri Harus Diiringi Peningkatan Kualitas SDM Lokal agar Tidak Jadi Penonton
Foto: (Sumber : Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh dalam kunjungan kerja di Tanjungpinang, Kepri, Kamis (23/4/2026). ANTARA/Ogen.)

Pantau - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menegaskan bahwa pertumbuhan investasi di Provinsi Kepulauan Riau harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu terserap di dunia kerja.

Sorotan Pertumbuhan Industri dan Tenaga Kerja

Wafiroh menyebut terdapat sekitar 35 kawasan industri yang beroperasi di Kepri, dengan mayoritas berada di Kota Batam.

"Pertumbuhan ekonomi Kepri juga tinggi di atas rata-rata nasional, tapi apakah sudah dibarengi dengan kualitas SDM. Ini jadi perhatian bersama Komisi IX DPR," ungkapnya saat kunjungan kerja di Tanjungpinang, Kamis.

Ia juga menyoroti peningkatan jumlah penduduk di Kepri yang didominasi oleh migrasi tenaga kerja dari daerah lain.

"Jangan sampai migrasi penduduk ini justru menambah beban angka pengangguran di Kepri. Ini perlu solusi konkret bersama," ujarnya.

Dorongan Pelatihan dan Pengawasan TKA

Wafiroh mendorong Kementerian Ketenagakerjaan dan pemerintah daerah untuk meningkatkan program pelatihan kerja guna memperkuat kompetensi tenaga kerja lokal.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap tenaga kerja asing agar tidak mengisi posisi yang seharusnya bisa ditempati pekerja lokal.

"Pastikan juga TKA itu bekerja secara resmi karena mereka ada kewajiban bayar retribusi ke pemerintah," katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kepri Dicky Wijaya menyebut jumlah tenaga kerja industri mencapai 400 ribu orang dengan sekitar 3.800 tenaga kerja asing.

"Kami berharap melalui Komisi IX DPR untuk mendorong ke pusat agar pengurusan RPTKA lebih cepat selesai, sehingga tak ada alasan lagi TKA mengeluhkan urusan lama dan sulit," ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf