HOME  ⁄  Nasional

BRIN Kembangkan Teknologi Pangan Tanpa Api untuk Permudah Konsumsi Jamaah Haji Indonesia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BRIN Kembangkan Teknologi Pangan Tanpa Api untuk Permudah Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Foto: Ilustrasi: Menu makanan calon jamaah haji di Makkah

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pangan instan tanpa api untuk mendukung layanan konsumsi jamaah haji Indonesia dengan metode pemanasan cukup menggunakan air.

Inovasi ini memungkinkan makanan dipanaskan tanpa api sehingga memudahkan penyajian di berbagai kondisi lapangan.

Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa teknologi tersebut mencakup makanan kaleng, pengemasan fleksibel, hingga sistem pemanas tanpa api.

Ia mengungkapkan, "Ini memang teknologi yang sudah berkembang di perusahaan riset kita, yaitu teknologi pengemasan makanan. Mulai dari makanan dalam kaleng, pengemasan fleksibel termasuk untuk daging berkuah, hingga teknologi pemanas tanpa api. Teknologi terakhir inilah yang ke depan akan terus kita kembangkan,".

Teknologi Pemanas Tanpa Api dan Keunggulannya

Teknologi pemanas ini memanfaatkan bahan seperti zeolit dan kapur yang mampu menghasilkan panas tanpa sumber api.

Arif menyatakan bahwa inovasi tersebut telah melalui uji keamanan pangan dan dinilai aman untuk digunakan oleh jamaah.

Ia mengatakan, "Teknologi ini aman, sudah melalui uji keamanan pangan, jadi makanan dapat dipanaskan tanpa api. Ini akan sangat membantu, misalnya saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, dimana kita bisa mendapatkan sajian makanan dengan cepat, tetapi tetap enak,".

Ia juga mengaku telah mencoba langsung makanan tersebut dan memastikan suhunya cukup panas untuk dikonsumsi.

Pengembangan teknologi ini difokuskan pada aspek keamanan pangan serta ketahanan pangan bagi jamaah.

Dukungan Pemerintah dan Jaminan Ketersediaan Pangan

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi inovasi BRIN terutama dalam teknologi pengemasan agar makanan lebih tahan lama.

Ia menegaskan bahwa produk tersebut khusus disiapkan untuk jamaah haji Indonesia dan tidak untuk diedarkan di Arab Saudi.

Zulkifli memastikan bahwa ketersediaan pangan bagi jamaah tetap aman meskipun terdapat dinamika geopolitik global.

Ia menyampaikan, "Terkait konsumsi jamaah haji, kondisinya aman. Walaupun ada isu geopolitik, jamaah tidak perlu khawatir soal makanan. Makanan tersedia di setiap waktu saji, Insya Allah cukup lengkap dan tidak kurang apapun. Pangan aman untuk jamaah haji Indonesia,".

Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kualitas layanan konsumsi bagi jamaah haji Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa