
Pantau - Direktorat Jenderal Imigrasi resmi memperluas layanan Mecca Route ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar untuk mempermudah proses keimigrasian jamaah calon haji sejak keberangkatan dari Indonesia.
Layanan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi dalam bentuk pemeriksaan keimigrasian di muka atau pre clearance.
Sebelumnya, layanan Mecca Route telah tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda, dan Bandara Adi Soemarno.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkapkan, "Perluasan Mecca Route ke Makassar adalah upaya strategis untuk memastikan semakin banyak jamaah Indonesia yang merasakan kemudahan proses keimigrasian sejak dari Tanah Air."
Layanan dan Manfaat bagi Jamaah
Melalui layanan ini, jamaah calon haji menjalani pemeriksaan paspor dan visa oleh petugas imigrasi Arab Saudi langsung di bandara keberangkatan di Indonesia.
Dengan skema tersebut, jamaah tidak perlu lagi menjalani proses pemeriksaan keimigrasian saat tiba di Arab Saudi.
Hal ini memungkinkan jamaah untuk langsung melanjutkan perjalanan dan lebih fokus pada pelaksanaan ibadah.
Selain itu, layanan ini dinilai mampu mempercepat proses, memangkas birokrasi, serta meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Manfaat tersebut dirasakan secara signifikan terutama oleh jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Hendarsam menegaskan, "Kami ingin memangkas birokrasi, sehingga jamaah bisa lebih tenang dalam mempersiapkan diri menuju Tanah Suci."
Jumlah Jamaah dan Awal Operasional
Sebanyak 15.804 jamaah calon haji asal Embarkasi Makassar tahun 2026 telah memanfaatkan layanan Mecca Route.
Secara nasional, layanan ini telah melayani sekitar 221 ribu jamaah calon haji Indonesia.
Penerbangan perdana jamaah haji dari Makassar menuju Madinah telah berlangsung pada 14 April 2026 dini hari.
Penerbangan tersebut menandai dimulainya operasional embarkasi haji tahun 2026 di Makassar.
- Penulis :
- Arian Mesa








