
Pantau - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, meninjau kesiapan penyelenggaraan haji 2026 di Embarkasi Haji Donohudan pada 22 April 2026 untuk memastikan keberangkatan jemaah berjalan optimal.
Kesiapan Umum dan Layanan Kesehatan
Ia menyatakan secara umum persiapan di embarkasi sudah cukup baik dengan ritme kerja petugas yang terjaga sejak kloter pertama.
"Saya lihat persiapannya sudah cukup baik, terutama dari sisi kesehatan. Layanan kesehatan sudah diaktifkan dan berjalan, termasuk pemeriksaan jemaah sebelum keberangkatan," ungkapnya.
Layanan kesehatan menjadi salah satu aspek yang dinilai telah berjalan optimal termasuk pemeriksaan jemaah sebelum keberangkatan.
Selain itu, kesiapan teknis seperti distribusi gelang haji, kelengkapan dokumen, dan fasilitas asrama juga mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut.
Sebagian besar aspek teknis dinilai telah sesuai standar meski masih perlu peningkatan pada beberapa bagian.
Sorotan Fasilitas dan Akomodasi Jemaah
Sorotan utama diberikan pada kondisi kamar asrama yang masih diisi hingga 10 orang dalam satu ruangan.
"Fasilitas ini memang harus kita tingkatkan. Masih ada satu kamar diisi cukup banyak, ini ke depan perlu diperbaiki," ujarnya.
Abdul Wachid tetap mengapresiasi kinerja petugas dan sinergi antarinstansi termasuk dengan kementerian terkait.
"Kerja sama dengan kementerian sangat baik, ini menjadi sinyal positif bahwa pelayanan haji 2026 bisa lebih baik dibanding tahun sebelumnya," katanya.
Perbaikan sistem juga menjadi catatan positif seperti penggunaan satu syarikah sebagai penyedia layanan di Arab Saudi serta pelaksanaan simulasi lebih awal untuk meningkatkan kelancaran operasional.
Dari hasil kunjungan sebelumnya ke Makkah, ditemukan beberapa catatan terkait akomodasi jemaah termasuk sebagian yang akan mendapatkan hotel bintang lima dekat Masjidil Haram.
Namun masih terdapat hotel dengan lokasi cukup jauh terutama di wilayah Al Hida yang membutuhkan dukungan transportasi.
"Ada hotel yang terlalu jauh, terutama di wilayah Al Hida. Ini harus disiapkan transportasi bus yang lancar agar jemaah tetap nyaman menuju Masjidil Haram," jelasnya.
Potensi kendala juga diperkirakan terjadi saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sehingga diperlukan antisipasi matang.
Peningkatan Berkelanjutan
Abdul Wachid menegaskan bahwa peningkatan layanan haji harus dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah.
"Secara umum sudah baik, tapi tetap harus kita tingkatkan. Tujuan kita jelas, memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah," tegasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








