HOME  ⁄  Nasional

Doa Lintas Iman di Gunung Padang Serukan Tobat Ekologis untuk Selamatkan Bumi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Doa Lintas Iman di Gunung Padang Serukan Tobat Ekologis untuk Selamatkan Bumi
Foto: (Sumber : Sejumlah tokoh lintas iman bersama insan pers, tokoh organisasi lintas komunitas, pegiat alam bebas, tokoh industri, menggelar doa bersama untuk memperingati Hari Bumi di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026). ANTARA/HO-Forum Pemred Media Siber Indonesia..)

Pantau - Sejumlah tokoh lintas iman menggelar doa bersama di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, dalam rangka Hari Bumi dengan menyerukan tobat ekologis sebagai upaya menjaga kelestarian alam, Jumat (24/4/2026).

Seruan Tobat Ekologis dari Gunung Padang

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/4) di Teras 5 Gunung Padang itu melibatkan berbagai elemen seperti biksu, insan pers, tokoh komunitas, pegiat alam, hingga pelaku industri sebagai bentuk refleksi kondisi bumi saat ini.

Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia Dar Edi Yoga menyatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan kesadaran untuk menjaga alam.

"Kami tidak datang untuk meminta, tetapi untuk bersujud dalam syukur dan kesadaran. Bumi ini bukan untuk dieksploitasi tanpa batas, tetapi untuk dijaga. Ini adalah seruan tobat ekologis," ungkapnya.

Ia menilai kerusakan lingkungan yang memicu bencana merupakan cerminan perilaku manusia yang menjauh dari keseimbangan alam.

Nilai Spiritual dan Tanggung Jawab Bersama

Wakil Sekretaris Jenderal Perwakilan Umat Buddha Indonesia Romo Asun Gotama menekankan pentingnya harmoni antara manusia dan alam sebagai bagian dari praktik spiritual.

"Dalam ajaran Buddha, harmoni dengan alam adalah bagian dari praktik kebijaksanaan. Ketika manusia hidup dengan kesadaran, welas asih, dan tidak serakah, maka alam pun akan terjaga. Doa ini menjadi pengingat bahwa merawat bumi adalah bagian dari laku spiritual," ujarnya.

Ketua Harian Artha Graha Peduli Kent Dixon menambahkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab universal seluruh elemen bangsa demi keberlanjutan generasi mendatang.

Gunung Padang dipilih sebagai lokasi karena dinilai sebagai ruang refleksi peradaban yang mengajak manusia kembali pada kesadaran dasar tentang hubungan dengan alam.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan dan teknologi, tetapi juga kesadaran spiritual yang mendalam.

Penulis :
Ahmad Yusuf