
Pantau - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kerja sama pengendalian kebakaran hutan dan lahan melalui pengembangan Forest and Land Fire Management Center di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
Penguatan Fasilitas dan Teknologi
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Thomas Nifinluri menyatakan kolaborasi ini mencakup pembangunan pusat komando, pelatihan, serta peningkatan kapasitas Manggala Agni.
"Upaya pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan secara mandiri, melainkan memerlukan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan tidak hanya dalam negeri tetapi juga antar-negara. Kerja sama ini penting untuk mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pemanfaatan teknologi dalam rangka memperkuat kapasitas pengendalian karhutla secara lebih efektif dan terpadu," ujarnya.
Pembangunan tersebut juga dilengkapi sarana pendukung berupa Asrama Manggala Agni yang ditandai dengan peletakan batu pertama pada Rabu (22/4) bertepatan dengan peringatan Hari Bumi.
Antisipasi El Nino dan Risiko Karhutla
Thomas menjelaskan langkah ini menjadi penting mengingat potensi kemunculan fenomena El Nino lebih awal pada semester kedua 2026 yang berisiko meningkatkan kejadian karhutla.
Kondisi tersebut diperkirakan menyebabkan kebakaran hutan lebih luas, lebih sering terjadi, serta semakin sulit dikendalikan sehingga diperlukan strategi yang adaptif dan terpadu.
Konselor Kedutaan Besar Korea Selatan Ha Kyung Soo menegaskan pembangunan fasilitas ini akan mendukung efektivitas pelatihan dan koordinasi pengendalian karhutla.
"Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung efektifitas pelatihan, koordinasi, dan operasional pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara terpadu dan berkelanjutan," katanya.
Kerja sama ini diharapkan memberi manfaat tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga kawasan ASEAN dan komunitas internasional dalam pengendalian kebakaran hutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








