
Pantau - Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono menilai data sarana dan prasarana pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum sinkron dan akurat, khususnya terkait tingkat kerusakan sekolah.
Data Pendidikan Dinilai Belum Akurat
Juliyatmono menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja ke Kupang, NTT.
Ia menekankan pentingnya data yang matang dan terverifikasi sebagai dasar program revitalisasi sekolah agar tepat sasaran.
"Provinsi NTT memang datanya perlu disinkronkan, dimatangkan. SD, SMP, SMA, SMK yang rusak berat berapa, rusak sedang berapa, ringan berapa," ungkapnya.
Menurutnya, pemetaan kondisi sekolah berdasarkan tingkat kerusakan menjadi dasar utama dalam menentukan prioritas penanganan dan alokasi anggaran.
NTT Jadi Prioritas Revitalisasi Sekolah
Ia mengingatkan agar program revitalisasi tidak membuat NTT justru tertinggal dibanding daerah lain.
"Supaya revitalisasi prioritas, ini kan salah satunya di NTT. Jangan sampai justru ketinggalan," katanya.
NTT dinilai sebagai daerah yang membutuhkan perhatian khusus dalam pembangunan sektor pendidikan.
Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan basis data yang valid agar dapat memperoleh porsi bantuan lebih besar dari pemerintah pusat.
"Maka datanya perlu disiapkan dengan matang, dengan kriteria yang pantas supaya jumlahnya lebih besar daripada yang lain. Karena ini provinsi prioritas," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam proses pendataan infrastruktur pendidikan.
Keakuratan data disebut menjadi kunci agar kebijakan revitalisasi sekolah tidak salah sasaran dan benar-benar menyentuh sekolah yang membutuhkan penanganan mendesak.
- Penulis :
- Arian Mesa








