
Pantau - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepolisian mengusut tuntas penyerangan terhadap kantor Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Solok Selatan, Sumatera Barat, yang diduga berkaitan dengan intimidasi terhadap kerja pers.
Sahroni menilai tindakan tersebut merupakan bentuk teror yang mengancam kebebasan pers dan keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Ini teror terhadap pers, polisi harus segera usut tuntas siapa dalangnya, karena pasti ini ada kepentingan orang-orang tertentu yang mungkin ingin kasusnya tidak dibuka oleh pers, kuat diduga begitu,” ungkap Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan tidak boleh ada pembiaran terhadap aksi kekerasan maupun intimidasi yang menyasar insan pers karena dapat mengganggu fungsi kontrol sosial media.
Sahroni Soroti Maraknya Teror terhadap Pers
Menurut Sahroni, aparat penegak hukum harus segera mengungkap pelaku agar aksi serupa tidak kembali terjadi dan menimbulkan ketakutan di kalangan jurnalis.
“Dan sebenarnya secara umum, saya tidak mau teror-teror seperti perusakan kantor, penyiraman air keras, pengiriman anggota tubuh binatang, dan sebagainya ini makin marak,” ujar Sahroni.
Ia juga meminta pelaku penyerangan diberikan hukuman berat apabila terbukti melakukan tindak pidana intimidasi dan perusakan.
“Makanya ketika ada kasus seperti ini, harus diusut tuntas dan dicari pelakunya sampai ketemu. Pastikan juga dijerat dengan hukuman berat,” katanya.
Kantor PWI Solok Selatan Diserang OTK
Kantor PWI Solok Selatan dilaporkan diserang sekelompok orang tidak dikenal pada Senin (18/5) malam hingga menyebabkan kerusakan pada gedung sekretariat organisasi wartawan tersebut.
Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navies memastikan pengurus daerah telah menempuh langkah hukum terkait insiden tersebut.
Kasus penyerangan ini kembali memunculkan perhatian terhadap perlindungan jurnalis dan kebebasan pers di daerah di tengah meningkatnya ancaman terhadap kerja jurnalistik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





