HOME  ⁄  Nasional

Kementerian HAM Siapkan Beasiswa Peliputan dan Perlindungan Khusus bagi Jurnalis

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kementerian HAM Siapkan Beasiswa Peliputan dan Perlindungan Khusus bagi Jurnalis
Foto: (Sumber : Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media Thomas Harming Suwarta dalam pemaparan program jurnalistik HAM di Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/5/2026). ANTARA/HO-Kemenham.)

Pantau - Kementerian Hak Asasi Manusia menyiapkan program beasiswa peliputan dan penguatan perlindungan bagi jurnalis sebagai upaya memperluas pengarusutamaan hak asasi manusia di Indonesia sepanjang 2026.

Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media Thomas Harming Suwarta mengatakan wartawan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik terkait isu HAM.

Thomas menyebut jurnalis juga termasuk kelompok rentan yang kerap menghadapi intimidasi hingga doxing saat menjalankan tugas peliputan.

“Kerja-kerja wartawan itu sering sekali atau rentan juga menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia,” kata Thomas dalam pemaparan program jurnalistik HAM di Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/5/2026).

Program Beasiswa dan Pelatihan Jurnalistik HAM

Kementerian HAM akan memulai program melalui “Kelas Jurnalistik Hak Asasi Manusia” yang menghadirkan sejumlah pakar HAM dan media.

Program tersebut bertujuan memperkuat perspektif wartawan dalam meliput berbagai isu hak asasi manusia di Indonesia.

Setelah pelatihan berlangsung, pemerintah akan membuka program beasiswa peliputan bagi wartawan yang mengangkat isu seperti pemasungan, kelompok rentan, hingga kebebasan sipil.

“Nah, salah satu pilar penting yang harus kita gandeng dan kita rangkul adalah komunitas jurnalis dan media pers,” ujar Thomas.

Ia juga mempersilakan jurnalis mengusulkan tema peliputan yang berkaitan langsung dengan isu HAM.

“Silakan berpikir untuk mengusulkan tema-tema liputan yang memang terkait atau relate dengan isu-isu hak asasi manusia,” ungkapnya.

Perlindungan Jurnalis Jadi Prioritas

Thomas menjelaskan karya jurnalistik yang dihasilkan nantinya akan diseleksi bersama Dewan Pers, tokoh media, dan pegiat HAM untuk mendapatkan dukungan peliputan.

Kementerian HAM juga menyiapkan “Anugerah Karya Jurnalistik Hak Asasi Manusia” yang akan diberikan setiap peringatan Hari HAM pada 10 Desember.

Program tersebut tidak hanya menyasar media nasional, tetapi juga akan diperluas ke berbagai daerah mulai tahun depan.

Thomas menegaskan pemerintah ingin memastikan jurnalis mendapatkan perlindungan maksimal saat menjalankan tugas jurnalistik.

“Tidak ada lagi keraguan dan ketakutan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya,” kata Thomas.

Penulis :
Ahmad Yusuf