
Pantau - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menegaskan penanganan stunting harus dilakukan secara konvergensi dengan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga sosial, dan organisasi kemasyarakatan agar upaya percepatan penurunan angka stunting berjalan efektif.
Intervensi Gizi Dinilai Tidak Bisa Ditunda
Fatmawati mengatakan edukasi mengenai pola asuh, sanitasi, dan kesehatan tetap menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting.
Namun, menurutnya, anak yang telah mengalami stunting membutuhkan intervensi pemenuhan gizi secara langsung.
“Kalau tidak ada asupan gizi yang masuk, maka akan sulit mengeluarkan anak dari kondisi stunting. Edukasi tetap berjalan, tetapi kebutuhan dasar anak juga harus dipenuhi,” ungkap Fatmawati.
Ia menjelaskan stunting merupakan persoalan multidimensi yang dipengaruhi berbagai faktor seperti gizi, sanitasi, kesehatan lingkungan, pola asuh, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.
Karena itu, seluruh program penanganan stunting harus berbasis data yang akurat melalui pendekatan by name by address agar bantuan dan intervensi tepat sasaran.
Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting
Fatmawati mengusulkan penguatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dengan melibatkan lebih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), organisasi nonpemerintah, serta komunitas sosial.
Menurutnya, pengalaman selama berada di pemerintahan menunjukkan kolaborasi lintas sektor mampu memperluas jangkauan pendampingan bagi keluarga berisiko stunting.
“Persoalan stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan gotong royong dan kepedulian bersama agar intervensi yang dilakukan benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan,” katanya.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Sulawesi Selatan tercatat sebesar 23,3 persen, turun dari 27,4 persen pada 2023.
Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional yang mencapai 19,8 persen.
Fatmawati menilai kondisi tersebut menunjukkan percepatan penurunan stunting masih menjadi pekerjaan bersama yang membutuhkan penguatan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





