HOME  ⁄  Nasional

USU dan Kemendukbangga Gelar Konferensi Internasional untuk Perkuat Kebijakan Kependudukan Berbasis Riset

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

USU dan Kemendukbangga Gelar Konferensi Internasional untuk Perkuat Kebijakan Kependudukan Berbasis Riset
Foto: Foto: Peserta dan pemateri The 1st International Conference on Population and Family Development (ICoPoF) 2026 berfoto bersama. (Sumber: USU.)

Pantau - Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) memperkuat sinergi akademik melalui penyelenggaraan The 1st International Conference on Population and Family Development (ICoPoF) 2026 guna mendukung kebijakan pembangunan kependudukan berbasis bukti.

Konferensi internasional tersebut menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari berbagai negara untuk merumuskan solusi atas tantangan pembangunan kependudukan dan keluarga.

Perkuat Sinergi Riset dan Kebijakan

ICoPoF 2026 mengusung tema Strengthening Population and Family Development to Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs).

Konferensi tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara hasil riset akademik dengan kebutuhan kebijakan pemerintah dalam mendukung pembangunan kependudukan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Rektor USU Muryanto Amin mengatakan tantangan pembangunan kependudukan memerlukan kolaborasi lintas disiplin, lintas institusi, dan lintas negara.

"ICoPoF 2026 menjadi ruang penting untuk mempertemukan para peneliti, pembuat kebijakan, praktisi, dan mitra internasional dalam bertukar gagasan serta memperkuat kolaborasi guna menghasilkan kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga yang berbasis bukti," ujarnya.

Muryanto berharap hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran serta menghasilkan rekomendasi strategis bagi pembangunan kependudukan dan ketahanan keluarga di Indonesia.

Dukung Indonesia Emas 2045

Sekretaris Kemendukbangga Budi Setiyono mengatakan forum internasional tersebut menjadi langkah penting untuk menyelaraskan kajian akademik dengan arah kebijakan pemerintah.

Saat ini pemerintah sedang menyusun Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai fondasi tata kelola kependudukan modern menuju Indonesia Emas 2045.

"Melalui konferensi ini, kami berharap berbagai hasil penelitian dari perguruan tinggi dapat menjadi masukan yang berharga dalam penyusunan kebijakan pembangunan kependudukan nasional," ujarnya.

Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi USU Dewi Masyithah Darlan mengatakan penyelenggaraan ICoPoF 2026 merupakan tindak lanjut pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Kependudukan.

Konferensi internasional perdana tersebut diikuti 86 peserta yang terdiri atas 34 peserta luring dan 52 peserta daring dari 16 perguruan tinggi serta enam institusi dan organisasi pemerintah di dalam maupun luar negeri.

Melalui forum tersebut diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara dunia akademik, pemerintah, dan mitra internasional untuk menghasilkan kebijakan kependudukan yang inovatif, adaptif, dan berbasis bukti guna mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.

Penulis :
Leon Weldrick