
Pantau - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mencatat sebanyak 1.733 anak binaan berada di seluruh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Indonesia, dengan sebagian besar terjerat kasus asusila dan tawuran.
Data tersebut disampaikan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dalam acara Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan di LPKA Kota Tangerang, Banten, Selasa (21/7/2026).
Menurut Agus Andrianto, anak binaan di LPKA terlibat dalam berbagai perkara, di antaranya pencurian, asusila, dan tawuran.
Agus mengungkapkan, "Kebanyakan asusila dan tawuran. Oleh karena itu, mudah-mudahan semua bisa mendapatkan hikmahnya."
Harapan bagi Anak Binaan
Agus berharap seluruh anak binaan dapat mengambil pelajaran dari peristiwa yang telah mereka alami.
Ia juga optimistis anak binaan dapat tumbuh menjadi generasi yang mendukung pemerintah dalam mewujudkan cita-cita memajukan Indonesia pada masa depan.
Agus mengimbau seluruh anak binaan mengikuti program pendidikan, pelatihan, dan pembinaan yang diselenggarakan di LPKA secara optimal.
Ia menegaskan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat bahwa perlindungan hak anak merupakan tanggung jawab besar negara.
Menurutnya, perlindungan hak anak juga mencakup anak-anak yang sedang menjalani pembinaan di LPKA.
Pesan Dudung untuk Masa Depan Anak Binaan
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meminta anak binaan tidak terus terfokus pada kesalahan yang telah dilakukan pada masa lalu.
Dudung mengungkapkan, "Masa depan kalian masih cerah. Kalian harus optimis, harus punya harapan."
Ia menilai kesalahan yang pernah dilakukan harus dijadikan pembelajaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Menurut Dudung, anak binaan merupakan sosok yang berani karena telah mengambil keputusan beserta risikonya, meski tidak semua keputusan tersebut benar.
Dudung mengungkapkan, "Daripada tidak sama sekali, tetapi kalau keputusan itu salah jangan diulangi. Kebanyakan anak binaan kasusnya tawuran, jangan jadi 'pahlawan kesiangan'."
Ia berharap anak binaan lebih berhati-hati dan waspada dalam mengambil setiap langkah agar dapat membentuk pribadi yang lebih baik.
Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2026, anak binaan juga akan mendapatkan usulan pengurangan masa hukuman.
Dudung mengungkapkan, “Kalian harus punya visi dan visi ke depan, harus punya cita-cita dan harapan.”
- Penulis :
- Leon Weldrick





