HOME  ⁄  Nasional

Putra Buruh Bangunan Asal NTT Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Putra Buruh Bangunan Asal NTT Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026
Foto: (Sumber :Aji Bayu Ramadhan meraih predikat lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 dengan raihan IPK 3.84 dari total 1.204 lulusan yang dilantik sebagai Pamong Praja Muda saat diwawancarai media di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (27/7/2026). ANTARA/Ilham Nugraha..)

Pantau - Aji Bayu Ramadhan, putra seorang buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur (NTT), meraih predikat lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,84 dari 1.204 pamong praja muda yang dilantik.

Prestasi Jadi Kebanggaan Keluarga

Usai pelantikan di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu, Aji mengatakan pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarganya sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi.

Ia mengatakan, "Ini menjadi sebuah penghargaan dan juga kehormatan bagi kami untuk mendapatkan amanah dan juga doa langsung dari pimpinan tertinggi yang ada di Indonesia. Semoga dengan ini kami tetap semangat dan dapat menempuh tugas menjadi pamong praja yang baik ke depan."

Predikat lulusan terbaik ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pelantikan Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

Aji merupakan lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, yang mendaftar dari Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia adalah putra pasangan Winoto Hadi yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Wahyuniarti yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Siapkan Inovasi Teknologi untuk Pelayanan Publik

Aji mengatakan pesan orang tuanya untuk tetap rendah hati dan mengayomi masyarakat menjadi pegangan selama menjalani pendidikan di IPDN.

Ia mengungkapkan, "Amanah dari orang tua selalu berpesan untuk tetap rendah hati dan selalu ingat bahwa kami berasal dari masyarakat menengah ke bawah."

Menurut Aji, keterbatasan ekonomi justru menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan diri selama menempuh pendidikan.

Ia mengatakan telah mengembangkan tiga sistem berbasis teknologi yang ditujukan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan.

Ia mengatakan, "Saya sendiri sudah membuat tiga sistem yang bertujuan untuk melihat sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Mudah-mudahan dengan sistem ini dapat sedikitnya mereduksi beberapa faktor birokrasi yang berdampak langsung kepada masyarakat."

Aji juga mengajak generasi muda, khususnya dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), untuk tidak minder dalam mengejar cita-cita melalui kerja keras, doa orang tua, dan semangat belajar.

Penulis :
Aditya Yohan