HOME  ⁄  Nasional

Lola Nelria Desak Usut Tuntas Kasus Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Lola Nelria Desak Usut Tuntas Kasus Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur
Foto: Anggota Komisi III DPR RI, Lola Nelria Oktavia (sumber: DPR RI)

Pantau - Anggota Komisi III DPR RI Lola Nelria Oktavia mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengusut tuntas kasus tewasnya seorang petugas keamanan atau satpam di kawasan Waduk Jatiluhur secara cepat, profesional, dan transparan guna memberikan kepastian hukum, menghadirkan rasa keadilan bagi keluarga korban, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

Lola juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa yang menewaskan petugas keamanan tersebut.

Ia menyatakan, "Saya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Peristiwa ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian serius karena menyangkut hilangnya nyawa seseorang dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan secara brutal."

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XI itu menegaskan negara tidak boleh memberikan ruang bagi siapa pun yang melakukan tindak kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain.

Komisi III Minta Penyidikan Transparan dan Bebas Intervensi

Komisi III DPR RI meminta proses penyidikan dilakukan secara terbuka, profesional, dan sesuai koridor hukum.

Lola menegaskan, "Komisi III DPR RI dan saya pribadi mendorong Polri untuk mengusut perkara ini secara cepat, profesional, dan transparan, sehingga seluruh fakta dapat terungkap dan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku."

Menurut Lola, keterbukaan informasi selama proses penyidikan penting untuk mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

Ia juga meminta Polri menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara berkala agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga.

Sebagai mitra kerja Polri, Komisi III DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan penyidikan berjalan berdasarkan alat bukti, bebas dari intervensi pihak mana pun, mampu mengungkap pelaku, motif, serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat.

Lola mengungkapkan, "Prinsipnya, kami ingin memastikan penyidikan berjalan berdasarkan alat bukti, bebas dari intervensi pihak mana pun, serta mampu mengungkap secara utuh siapa pelaku, motif, maupun kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat. Tidak boleh ada impunitas dalam perkara seperti ini."

Dorong Pemanfaatan Bukti Elektronik dan Penguatan Sistem Keamanan

Lola menekankan pentingnya pemanfaatan bukti elektronik dalam proses penyidikan, termasuk rekaman CCTV apabila tersedia serta teknologi forensik digital.

Menurutnya, penggunaan bukti elektronik dapat mendukung proses pembuktian yang objektif dan akurat.

Ia menilai kasus tersebut menjadi momentum evaluasi bagi pengelola kawasan strategis dan objek vital untuk memperkuat sistem pengamanan.

Lola menyebut perlindungan terhadap petugas keamanan tidak cukup hanya mengandalkan personel, tetapi juga harus didukung teknologi pengawasan dan koordinasi yang kuat dengan aparat penegak hukum.

Ia mengatakan, "Para petugas keamanan adalah garda terdepan yang menjalankan tugas untuk melindungi aset dan masyarakat, sehingga mereka juga berhak mendapatkan perlindungan maksimal dalam menjalankan pekerjaannya."

Lola turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada aparat.

Ia berharap kasus tersebut segera terungkap secara tuntas sehingga memberikan efek jera kepada pelaku, menghadirkan keadilan bagi keluarga korban, serta memulihkan rasa aman di tengah masyarakat.

Penulis :
Shila Glorya