
Pantau - PT Jasa Raharja (Persero) memberikan apresiasi kepada seorang pengemudi ojek online di Bali yang membatalkan perjalanan setelah penumpang warga negara asing (WNA) menolak mengenakan helm, karena sikap tersebut dinilai sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas sekaligus tanggung jawab dalam mengutamakan keselamatan di jalan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah pengemudi membagikan pengalamannya melalui akun media sosial @alvesgodino.
Dalam video yang diunggah, pengemudi menjelaskan bahwa penumpang tidak bersedia memakai helm.
Pengemudi tetap berpegang pada prinsip, "Tidak Ada Helm, Tidak Ada Perjalanan."
Akibat keputusannya membatalkan perjalanan, akun pengemudi disebut tidak dapat menerima pesanan selama satu hari.
Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya penghasilan pengemudi.
Jasa Raharja Tegaskan Keselamatan Tidak Boleh Dikompromikan
Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Muhammad Awaluddin, menyampaikan apresiasi kepada pengemudi ojol yang tetap mematuhi aturan keselamatan meskipun harus menghadapi konsekuensi terhadap penghasilannya.
Ia menegaskan, "Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas transportasi, termasuk layanan transportasi berbasis aplikasi."
Muhammad Awaluddin menilai keputusan pengemudi tersebut menunjukkan bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan oleh alasan apa pun, termasuk tekanan situasi di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan helm bagi pengemudi maupun penumpang sepeda motor bukan sekadar kewajiban administratif.
Menurutnya, helm merupakan perlindungan dasar yang terbukti mampu mengurangi risiko cedera berat dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas.
Ia menegaskan bahwa kepatuhan menggunakan helm merupakan bagian penting dari budaya keselamatan yang harus terus dibangun oleh seluruh pengguna jalan.
Muhammad Awaluddin juga menekankan bahwa keberanian mengatakan tidak terhadap praktik yang membahayakan merupakan bentuk tanggung jawab yang patut dihargai.
Ia berharap sikap pengemudi ojol tersebut dapat menjadi teladan bagi seluruh pengemudi dan penumpang.
Ia mengingatkan bahwa keselamatan harus ditempatkan di atas kepentingan jangka pendek.
Keselamatan Berlalu Lintas Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Kepala PT Jasa Raharja Wilayah Bali, Abdillah, menyampaikan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.
Abdillah menilai keselamatan harus menjadi budaya, khususnya di Bali sebagai destinasi wisata internasional.
Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas bagi setiap pengguna jalan.
Abdillah menyebut sikap pengemudi yang tetap berpegang pada prinsip, "Tidak Ada Helm, Tidak Ada Perjalanan," sebagai contoh nyata bahwa aturan keselamatan harus ditegakkan secara konsisten.
Ia mengajak seluruh masyarakat, termasuk wisatawan yang beraktivitas di Bali, untuk menghormati peraturan lalu lintas yang berlaku.
Abdillah menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bertujuan melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Sebagai penutup, Jasa Raharja mengajak seluruh masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara yang beraktivitas di Indonesia, untuk menghormati dan mematuhi seluruh peraturan lalu lintas serta menegaskan bahwa penggunaan helm dan kepatuhan terhadap rambu lalu lintas merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa.
- Penulis :
- Shila Glorya



