HOME  ⁄  Nasional

Netty Prasetiyani Minta Penurunan Pengangguran Diiringi Peningkatan Kualitas Lapangan Kerja

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Netty Prasetiyani Minta Penurunan Pengangguran Diiringi Peningkatan Kualitas Lapangan Kerja
Foto: (Sumber :Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher. Foto: Mentari/Mahendra.)

Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengapresiasi penurunan jumlah pengangguran berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), namun menegaskan pemerintah harus memastikan peningkatan kualitas lapangan kerja agar pembangunan ketenagakerjaan lebih berkelanjutan.

DPR Soroti Kualitas Pekerjaan

Netty Prasetiyani Aher menyampaikan berdasarkan data BPS per Mei 2026 jumlah pengangguran di Indonesia tercatat 7,22 juta orang atau turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

"Penurunan angka pengangguran merupakan sinyal positif bahwa perekonomian dan pasar kerja terus bergerak ke arah yang lebih baik. Capaian ini patut diapresiasi sebagai hasil kerja bersama," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

Ia menilai keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup hanya diukur dari menurunnya angka pengangguran.

"Kita tidak hanya membutuhkan lebih banyak lapangan kerja, tetapi juga pekerjaan yang layak, produktif, memiliki kepastian penghasilan, serta memberikan pelindungan sosial bagi para pekerja," tegasnya.

Menurut Netty, pemerintah perlu memprioritaskan penciptaan pekerjaan yang berkualitas dan memberikan perlindungan bagi tenaga kerja.

Dorong Pekerjaan Formal dan Penguatan Kompetensi

Netty menyoroti masih tingginya jumlah pekerja di sektor informal yang belum sepenuhnya memperoleh jaminan sosial maupun kepastian kerja.

"Transformasi menuju pekerjaan formal perlu terus didorong. Pekerja informal harus memperoleh akses jaminan sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, sehingga memiliki jaring pengaman saat menghadapi risiko kecelakaan kerja hingga usia lanjut," paparnya.

Ia juga menilai tingginya angka pengangguran usia muda masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

Netty mendorong pemerintah memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pelatihan vokasi, dan dunia industri agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

"Kita perlu memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri melalui pelatihan berbasis kompetensi, magang, hingga sertifikasi," pungkasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf