HOME  ⁄  Nasional

Dicap Radikal, Tokoh Tionghoa Bicara Rekam Jejak Din Syamsuddin di Panggung Dunia

Oleh Noor Pratiwi
SHARE   :

Dicap Radikal, Tokoh Tionghoa Bicara Rekam Jejak Din Syamsuddin di Panggung Dunia

Pantau.com - Tokoh Tionghoa, Philip K Widjaja, turut bicara soal tudingan radikal kepada mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Menurutnya, Din merupakan sosok yang terus mempromosikan moderasi beragama di tingkat nasional maupun internasional.

"Bagaimana seorang yang diakui dunia, mempunyai kontribusi nyata dan konsisten selama puluhan tahun pada kerukunan dan perdamaian dunia, masih diragukan, masih disebut radikal?," kata Philip kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Baca juga: Petisi Tolak Din Syamsuddin Sebagai Individu Radikalisme Telah Mencapai 12.438 Tanda Tangan

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) itu mengaku sudah mengenal Din sangat lama. Banyak kesempatan bermitra dalam acara di dalam dan luar negeri terutama kegiatan terkait lintas kepercayaan.

Di Indonesia, kata dia, Din mendirikan Inter Religious Council (IRC) sebagai dewan lintas agama dengan pimpinan enam agama duduk sebagai presidium di antaranya dari MUI, PGI, KWI, PHDI, Permabudhi, dan Matakin dengan Muhammadiyah serta Nahdlatul Ulama juga ikut di dalamnya.

"IRC membuat para tokoh bisa duduk bersama untuk duduk diskusi. Dari diskusi telah mendekatkan hubungan baik dan saling pengertian, saling pengertian berlanjut menjadi saling menghormati dan mencapai kerukunan antaragama," katanya.

Baca juga: Din Syamsuddin Dicap Radikal, Mahfud MD: Pemerintah Tidak Akan Proses Hukum

Di level Asia, Philip mengatakan Din aktif di organisasi Asian Conference of Religious for Peace yang bermarkas di Tokyo, Jepang. ACRP merupakan induk dari IRC seluruh Asia dengan Din menjadi sekretaris jenderal. Kepercayaan sebagai sekjen mengandung tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan.

​​​​​Pada tataran dunia, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu menjabat sebagai co-president di organisasi Religions for Peace (RfP) yang bermarkas di UN Building, New York, Amerika Serikat. RfP merupakan induk IRC sedunia. "Terakhir pertemuan akbar dunia diadakan di Jerman setahun sebelum pandemi dan dihadiri utusan dan delegasi lebih dari 100 negara," katanya.

Penulis :
Noor Pratiwi