
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa titik koordinat jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan, telah diketahui dan kini dalam proses evakuasi oleh tim gabungan.
Sejumlah serpihan pesawat ditemukan di wilayah dataran tinggi dan area pegunungan tepatnya di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Tim Gabungan Bergerak di Medan Sulit
Pernyataan tersebut disampaikan AHY usai menghadiri akad nikah Agung Surahman, Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, di TMII, Jakarta.
Ia mengungkapkan telah menerima laporan langsung dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengenai temuan serpihan pesawat tersebut.
Tim gabungan dari Basarnas, TNI, dan instansi terkait dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan evakuasi.
Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui lepas landas dari Yogyakarta menuju Sulawesi Selatan dan sempat siap untuk mendarat sebelum akhirnya hilang kontak.
Evakuasi Gunakan Helikopter dan Operasi Khusus
AHY menyebut bahwa meskipun koordinat serpihan telah ditemukan, proses evakuasi memerlukan operasi khusus mengingat lokasi berada di daerah pegunungan dengan akses yang sangat terbatas.
Dokumentasi dari TNI Angkatan Udara menunjukkan potongan pesawat ditemukan di puncak dan lereng Gunung Bulusaraung pada koordinat 4°55'44,37"S 119°44'50,008"E.
Dalam dokumentasi video, terlihat tim evakuasi, termasuk prajurit TNI dan Basarnas, menggunakan alat pengaman harness saat menuruni lokasi pencarian.
Lima prajurit dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU turut diterjunkan, sementara tim mencapai puncak menggunakan helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8.
Cuaca Buruk Hambat Operasi dan Investigasi Berlanjut
Operasi evakuasi menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan awan tebal, yang menyulitkan mobilitas serta pendaratan helikopter di titik serpihan.
AHY menegaskan bahwa penyebab pasti jatuhnya pesawat masih dalam proses investigasi dan belum dapat dipastikan, dengan dugaan awal mencakup faktor cuaca dan kendala teknis.
"Seluruh pihak masih berduka, dan saat ini fokus utama kita adalah proses evakuasi dan investigasi lebih lanjut," ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka








