Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  News

Separuh Kota Besar di Jepang Alami Penurunan Penduduk, Kitakyushu dan Shizuoka Terpukul Paling Parah

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Separuh Kota Besar di Jepang Alami Penurunan Penduduk, Kitakyushu dan Shizuoka Terpukul Paling Parah
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Orang-orang berjalan di sepanjang jalan dengan lampu Natal di Shibuya, Tokyo, Jepang. /ANTARA/Xinhua/Zhang Xiaoyu/am.)

Pantau - Separuh dari 20 kota besar di Jepang dengan populasi lebih dari 700 ribu jiwa mengalami penurunan jumlah penduduk dibandingkan 10 tahun lalu, menurut laporan Kyodo News yang dirilis pada Minggu, 1 Februari.

Penurunan populasi ini terutama disebabkan oleh rendahnya angka kelahiran yang masih menjadi tantangan besar di Jepang.

Proyeksi hingga tahun 2050 menunjukkan bahwa jumlah kota yang mengalami penurunan populasi akan meningkat menjadi 18 dari 20 kota besar tersebut.

Padahal sebelumnya, kota-kota ini dikenal mampu menarik penduduk muda dari wilayah sekitarnya.

Kitakyushu dan Shizuoka Tercatat Alami Penurunan Terbesar

Kota Kitakyushu di wilayah barat daya Jepang mencatat penurunan paling tajam di antara kota-kota berstatus ordinance-designated city, dengan jumlah penduduk turun 6,5 persen, dari sekitar 970 ribu menjadi 910 ribu jiwa.

Disusul oleh kota Shizuoka, yang kehilangan 6,0 persen populasi, turun dari 710 ribu menjadi 670 ribu jiwa.

Status ordinance-designated city memberikan kewenangan serupa dengan prefektur dalam bidang pelayanan publik seperti kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Namun, sistem ini kini mulai ditinjau kembali karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi demografis terbaru.

Sistem kota khusus ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1956, saat pertumbuhan populasi masih diasumsikan akan terus berlanjut.

Yokohama, Nagoya, Kyoto, Osaka, dan Kobe merupakan kota pertama yang menerima status ini, kemudian disusul oleh kota lain seperti Shizuoka setelah ambang batas penduduk diturunkan menjadi 700 ribu jiwa.

Fukuoka, Saitama, dan Kawasaki Catat Pertumbuhan Penduduk

Berbanding terbalik, kota Fukuoka mencatat kenaikan populasi tertinggi sebesar 8,2 persen, menjadi sekitar 1,60 juta jiwa.

Saitama mengalami kenaikan 7,1 persen menjadi sekitar 1,35 juta jiwa, dan Kawasaki naik 6,2 persen menjadi 1,53 juta jiwa.

Berdasarkan data tahun 2025 dan proyeksi hingga 2050 dari Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang, hanya Fukuoka dan Kawasaki yang diperkirakan tidak akan mengalami penurunan penduduk hingga pertengahan abad ini.

Sejumlah pengamat menyoroti ketimpangan anggaran yang diterima oleh kota-kota khusus tersebut, yang dinilai tidak sebanding dengan beban tugas administratifnya.

Hal ini mendorong beberapa anggota parlemen lintas partai untuk mengusulkan perubahan status menjadi kota independen yang lepas dari pemerintah prefektur.

Kota Inti Juga Terdampak, 84 Persen Mengalami Penurunan

Di luar 20 kota besar tersebut, sebanyak 52 dari total 62 kota inti (core cities) yang memiliki populasi di atas 200 ribu jiwa juga mengalami penurunan jumlah penduduk dalam satu dekade terakhir.

Data ini menggarisbawahi skala krisis demografis yang semakin meluas di seluruh Jepang.

Seluruh informasi dalam laporan ini bersumber dari Kyodo News dan Organisasi OANA.

Penulis :
Gerry Eka