
Pantau - Kawasan West End London diterangi lebih dari 30.000 lampu LED saat Wali Kota Sadiq Khan menyalakan lampu Ramadhan kota pada Jumat malam, menandai tahun keempat berturut-turut perayaan bulan suci Muslim di pusat kota London.
Lampu yang terinspirasi pola geometris Islam itu menghiasi Leicester Square dan jalan-jalan sekitarnya dengan tulisan Happy Ramadan sebelum berubah menjadi Happy Eid pada 18 Maret.
Inisiatif tersebut didanai dan diselenggarakan oleh Aziz Foundation yang mendukung komunitas Muslim Inggris.
Seruan Persatuan di Tengah Ketegangan
Dalam pidatonya, Khan menyerukan persatuan di tengah meningkatnya ketegangan politik dan Islamofobia.
"Mari kita tunjukkan yang terbaik dari London, yang terbaik dari Inggris, dan yang terbaik dari Islam," katanya.
Ia juga menyampaikan, "Saya menyerukan umat Muslim, Kristen, Yahudi, Buddha, Sikh, mereka yang menganut agama terorganisir maupun yang tidak, untuk bersatu selama bulan Ramadhan ini," tambahnya.
Khan menyoroti konflik global dan mengajak jamaah mengingat penderitaan di Sudan, Gaza, dan Ukraina melalui doa dan amal.
Ia memperingatkan pihak-pihak yang "menabur benih perpecahan, kebencian, dan ketakutan."
London sebagai Simbol Inklusivitas
Khan menegaskan pentingnya menunjukkan bahwa London menjadi penawar bagi kebencian dan perpecahan.
"Salah satu tugas kita selama bulan Ramadhan ini, baik Muslim maupun non-Muslim, adalah menunjukkan bahwa London adalah penawar bagi kebencian tersebut. Kita adalah antitesis dari semua yang mereka yakini," ujarnya.
Melalui media sosial X, Khan menyebut menyalakan lampu di Piccadilly Circus sebagai sebuah kehormatan dan menggambarkan London sebagai mercusuar harapan, persatuan, dan inklusivitas di mana keberagaman menjadi kekuatan.
- Penulis :
- Gerry Eka







