
Pantau - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan Teheran tengah mengupayakan kerja sama dengan Indonesia di bidang teknologi baru melalui kolaborasi antarpemerintah dan perusahaan kedua negara.
"Saat ini kami sedang mengupayakan kerja sama antara kedua pihak, perusahaan Iran dan Indonesia," kata Dubes Boroujerdi.
Ia menyebut Iran termasuk negara yang maju dalam nanoteknologi, bioteknologi, nuklir untuk tujuan damai, teknologi kesehatan, produksi peralatan kesehatan, teknologi pertanian, serta teknologi baru lainnya.
Boroujerdi menambahkan Indonesia menunjukkan ketertarikan untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang tersebut, termasuk transfer teknologi dan pengembangan drone untuk penggunaan damai.
"Ketika kita berbicara tentang drone, biasanya kita berpikir bahwa penggunaannya hanya untuk satu hal, tetapi sebenarnya tidak. Anda tahu bahwa ada banyak sekali cara damai untuk menggunakan drone di bidang pertanian dan sektor ekonomi lainnya," katanya.
Transfer Teknologi dan Investasi Pabrik
Iran telah memiliki hubungan dengan sejumlah lembaga dan badan pemerintah Indonesia serta membuka ruang negosiasi melalui webinar dan kunjungan timbal balik antarnegara.
Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyatakan siap menjembatani perusahaan Indonesia yang berminat menjalin kemitraan dengan perusahaan Iran.
Boroujerdi menegaskan Iran mengembangkan teknologi secara mandiri di tengah sanksi internasional yang telah berlangsung hampir 47 tahun.
"Kami tidak mengimpor teknologi apa pun karena, seperti yang Anda ketahui, sudah hampir 47 tahun Iran berada di bawah sanksi yang sangat berat dari Amerika Serikat, dan kami tidak dapat mengimpor teknologi apa pun," katanya.
"Jadi, rakyat Iran mampu mengembangkan dan memproduksi teknologi baru dan teknologi canggih mereka sendiri, dan mereka memiliki pengetahuan itu sendiri," imbuhnya.
Ia menyatakan Iran siap membawa perusahaan untuk mendirikan pabrik di Indonesia sebagai bagian dari transfer teknologi dan penguatan sumber daya manusia.
"Kami siap membawa perusahaan-perusahaan kami untuk mendirikan pabrik di Indonesia, dan itu berarti kami siap untuk mentransfer teknologi ke Indonesia," katanya.
Tawaran Beasiswa dan Pendidikan
Iran juga menawarkan beasiswa penuh bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mempelajari teknologi dan sains di universitas maupun perusahaan di Iran.
"Di bidang teknologi dan sains apa pun yang diminati mahasiswa Indonesia untuk belajar di Iran, kami siap menawarkan beasiswa penuh di bidang tersebut. Jadi, itulah yang sedang kami coba lakukan dengan Indonesia," kata Boroujerdi.
Ia menambahkan kerja sama tetap diupayakan meski menghadapi tekanan eksternal di kawasan.
"Situasinya agak sulit karena ancaman yang kami terima dari beberapa negara asing di kawasan ini, tetapi kami tetap melakukan negosiasi dengan Indonesia dan para mitra, dan kami siap bekerja sama di bidang tersebut," katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka







