Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Guru Besar UI Kembangkan Sintesis Hijau Partikel Nano TiO₂ untuk Panel Surya Generasi Ketiga

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Guru Besar UI Kembangkan Sintesis Hijau Partikel Nano TiO₂ untuk Panel Surya Generasi Ketiga
Foto: (Sumber: Guru Besar Tetap dalam Bidang Material Berstruktur Nano untuk Energi, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) Prof. Nofrijon Sofyan. ANTARA/HO-Humas UI.)

Pantau - Guru Besar Tetap dalam Bidang Material Berstruktur Nano untuk Energi Fakultas Teknik Universitas Indonesia Prof. Nofrijon Sofyan mengembangkan metode sintesis hijau untuk membuat partikel nano titanium dioksida (TiO₂) sebagai komponen penting panel surya generasi terbaru yang lebih ramah lingkungan.

Material tersebut digunakan dalam sel surya generasi ketiga seperti dye-sensitized solar cell (DSSC) dan perovskite solar cell (PSC) yang dikenal lebih ringan, fleksibel, dan berpotensi lebih murah dibanding panel surya konvensional.

"Partikel nano adalah partikel berukuran sangat kecil sepersejuta milimeter yang memegang peran besar dalam meningkatkan kinerja sel surya sensitif zat warna DSSC dan sel surya perovskite PSC," kata Nofrijon.

Selama ini pembuatan partikel nano TiO₂ umumnya melibatkan bahan kimia berbahaya dan proses berenergi tinggi sehingga memunculkan pertanyaan tentang konsistensi energi bersih jika materialnya diproduksi secara kurang ramah lingkungan.

Manfaatkan Ekstrak Tumbuhan Lokal

Pendekatan sintesis hijau memanfaatkan tumbuhan yang kaya senyawa alami seperti flavonoid, tanin, dan polifenol untuk membentuk partikel nano secara lebih berkelanjutan.

Ekstrak buah ketapang, bunga melati, daun gambir, dan daun sawit digunakan untuk membantu pembentukan partikel nano TiO₂ sekaligus menjaga ukurannya tetap kecil dan seragam.

"Prosesnya relatif sederhana. Ekstrak tumbuhan dicampur dengan bahan dasar titanium, lalu senyawa alami di dalamnya memicu terbentuknya partikel nano. Hasilnya adalah material yang lebih ramah lingkungan, lebih hemat biaya, dan memanfaatkan sumber daya hayati yang terbarukan," ujar Prof. Nofrijon.

Setelah terbentuk, partikel nano TiO₂ dilapiskan tipis di atas kaca konduktif sebagai jalur transportasi elektron dalam sistem sel surya.

Ketika cahaya matahari mengenai molekul pewarna pada permukaannya, elektron menjadi aktif dan mengalir melalui lapisan TiO₂ sehingga menghasilkan arus listrik.

Dorong Energi Terbarukan Berbasis Lokal

Sintesis hijau membuka peluang produksi material surya berbasis sumber daya lokal sehingga komunitas di berbagai daerah dapat memanfaatkan tanaman sekitar untuk mendukung pengembangan energi terbarukan.

Model ini diharapkan mempercepat adopsi energi bersih di wilayah berkembang meski masih menghadapi tantangan variasi komposisi kimia setiap tumbuhan yang memengaruhi konsistensi hasil partikel nano.

Peneliti terus mengembangkan metode yang lebih terstandar agar kualitas material stabil dan dapat diproduksi secara luas.

Penelitian tersebut mengantarkan Prof. Nofrijon Sofyan sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Material Berstruktur Nano untuk Energi di Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka