
Pantau - Kementerian Perhubungan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional memperkuat sistem distribusi energi nasional di Alur Pelayaran Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah, melalui implementasi teknologi smart buoy atau pelampung suar cerdas.
Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Hernadi Tri Cahyanto menyatakan langkah tersebut merupakan terobosan modernisasi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran untuk menjamin keselamatan pelayaran serta kelancaran logistik dan energi nasional.
"Ini diperkuat dengan kolaborasi strategis antara Ditjen Perhubungan Laut dengan BRIN untuk mengimplementasikan teknologi smart buoy di Alur Pelayaran strategis Tanjung Intan Cilacap," kata Hernadi.
Wilayah Tanjung Intan dipilih karena berperan sebagai simpul logistik regional dan jalur utama distribusi energi nasional serta menjadi lokasi Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap dengan kapasitas produksi 348.000 barel per hari.
Sistem Monitoring Real-Time
Teknologi smart buoy tidak hanya memantau posisi pelampung suar, tetapi juga memberikan data real-time mengenai keandalan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran.
Jika terjadi gangguan atau pergeseran posisi, sistem akan memberikan notifikasi cepat agar penanganan dapat dilakukan secara akurat.
"Digitalisasi SBNP memungkinkan pemeliharaan yang lebih terukur dan mengurangi risiko kecelakaan kapal di alur sempit yang dapat mengganggu distribusi energi nasional," jelasnya.
Kemenhub melakukan peninjauan langsung terhadap unit smart buoy nomor 19 serta demonstrasi sistem monitoring digital yang menampilkan performa lampu dan sensor pelampung suar secara terintegrasi.
Momentum tersebut juga ditandai dengan penyerahan Piagam Penghargaan atas kolaborasi riset dan inovasi pengembangan fitur smart buoy pada pelampung suar berdiameter 2,5 meter.
"Penghargaan ini menjadi simbol sinergi antara sektor riset dan sektor operasional dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif dan berdampak nyata bagi keselamatan pelayaran serta ketahanan energi nasional," imbuhnya.
Percontohan Nasional
Inisiatif di Distrik Navigasi Tanjung Intan diharapkan menjadi percontohan nasional bagi 25 Distrik Navigasi lain yang mengelola 5.468 unit Sarana Bantu Navigasi Pelayaran di seluruh Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria menegaskan pengembangan smart buoy sejalan dengan agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat sektor maritim, transformasi digital, serta ketahanan energi nasional.
"Melalui sistem monitoring berbasis real-time dan data presisi, keselamatan alur pelayaran di wilayah strategis seperti Alur Tanjung Intan Cilacap yang merupakan kawasan objek vital energi nasional dapat terjamin secara lebih akurat, responsif, dan terintegrasi," jelas Arif.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan sistem navigasi dan distribusi energi berbasis teknologi.
- Penulis :
- Gerry Eka







