Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Pelatih Targetkan Dua Medali untuk Tim Tenis Kursi Roda Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pelatih Targetkan Dua Medali untuk Tim Tenis Kursi Roda Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Foto: (Sumber: Dokumentasi atlet tenis kursi roda Indonesia Ndaru Patma Putri memukul bola dalam latihan untuk persiapan mengikuti ASEAN Para Games Thailand 2025, pada 20-26 Januari. HO-Tenis Kursi Roda Indonesia.)

Pantau - Pelatih tim tenis kursi roda Indonesia, Satria Yuda Gontara, menargetkan raihan minimal dua medali dalam ASEAN Para Games 2025 yang akan digelar di Thailand pada 20–26 Januari 2025.

Target tersebut adalah medali perak di nomor tunggal putri dan medali perunggu di nomor ganda putra.

"Dari tiga nomor yang dipertandingkan di Thailand, kami tidak menargetkan untuk emas, tetapi berusaha untuk merebut minimal perak di tunggal putri dan perunggu untuk ganda putra," ungkap Satria.

Persaingan Ketat, Target Disesuaikan

Cabang olahraga tenis kursi roda ASEAN Para Games 2025 hanya mempertandingkan tiga nomor, yaitu tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putra.

Satria menjelaskan bahwa target medali disusun berdasarkan analisis kekuatan lawan, yang dinilai masih unggul dibandingkan Indonesia.

Pada nomor tunggal putri, atlet Thailand menempati peringkat pertama di Asia Tenggara, sementara Indonesia berada di posisi kedua.

Sementara di nomor tunggal putra, terdapat juara bertahan dari Malaysia yang memiliki pengalaman bertanding di Paralimpiade Paris 2024 dan kejuaraan internasional lainnya.

Adapun persaingan di nomor ganda putra juga disebut sangat ketat, sehingga tim menargetkan raihan medali perunggu.

Sebelumnya, Indonesia menargetkan emas di nomor ganda putri, namun nomor tersebut tidak dipertandingkan dalam edisi ASEAN Para Games tahun ini, sehingga strategi dan target pun disesuaikan.

Persiapan Maksimal Jelang Turnamen

Satria menegaskan bahwa persiapan tetap dilakukan secara maksimal, baik dari sisi mental, teknik, maupun strategi.

Pelatnas (pemusatan latihan nasional) telah berlangsung selama dua bulan sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen.

Ia menambahkan bahwa rata-rata usia atlet tenis kursi roda Indonesia adalah sekitar 30 tahun, dan pengalaman mereka menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi serta kekuatan mental saat bertanding.

Indonesia akan menurunkan empat atlet dalam cabang ini, terdiri dari dua atlet putra dan dua atlet putri, yaitu:

Kevin Sanjaya

Agus Fitriadi

Siti Hanna Komala Sari

Ndaru Patma Putri

Fokus pada Peluang Realistis

Satria menegaskan bahwa pihaknya mengambil pendekatan realistis dalam menentukan target, dengan tetap menjaga semangat bertanding dan memberikan yang terbaik untuk Merah Putih.

Dengan persiapan yang matang dan pengalaman para atlet, tim tenis kursi roda Indonesia diharapkan mampu memenuhi target dan membawa pulang medali di ajang bergengsi tingkat Asia Tenggara tersebut.

Penulis :
Gerry Eka