Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Perbasi Maluku dan FIBA Indonesia Bangun Ekosistem Bola Basket Berkelanjutan Lewat Program Basketball For Good

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Perbasi Maluku dan FIBA Indonesia Bangun Ekosistem Bola Basket Berkelanjutan Lewat Program Basketball For Good
Foto: (Sumber: Dokumentasi kegiatan Basketball For Good (BFG) yang diselenggarakan oleh DPD Perbasi Maluku dan FIBA Indonesia. HO-DPD Perbasi Maluku.)

Pantau - Dewan Pengurus Daerah Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia Maluku bekerja sama dengan Federasi Bola Basket Internasional Indonesia membangun ekosistem bola basket berkelanjutan melalui program Basketball For Good di Ambon, Maluku.

Penguatan Pembinaan dari Sekolah dan Komunitas

Ketua Umum Perbasi Maluku Jeremy Imanuel Santoso menyampaikan bahwa program Basketball For Good yang dilaksanakan pada 13 hingga 15 Januari menjadi langkah awal penguatan pembinaan bola basket di Maluku.

Ia menjelaskan bahwa "Program ini bukan hanya soal latihan bola basket, tetapi bagaimana membangun ekosistem dari hulu, memperkuat sekolah, guru, dan komunitas agar pembinaan bisa berjalan berkelanjutan," ungkapnya.

Jeremy menegaskan bahwa penguatan ekosistem bola basket dimulai dari basis sekolah dan komunitas sebagai fondasi pembinaan jangka panjang.

Program Basketball For Good dirancang sebagai pendekatan pengembangan olahraga yang tidak semata berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter dan penanaman nilai sosial.

Melalui kolaborasi internasional, bola basket dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, penguatan kebersamaan, dan promosi gaya hidup sehat bagi pelajar.

Antusiasme Peserta dan Dukungan Guru

Development Officer FIBA Indonesia Wiena Octaria menyatakan bahwa Maluku memiliki potensi besar untuk pengembangan bola basket di masa depan.

Wiena mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi selama pelaksanaan kegiatan di Ambon.

Ia menyebut para guru dan pendamping menunjukkan dukungan kuat bahkan berinisiatif mendiskusikan penerapan kegiatan serupa secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, peserta yang merupakan pelajar sekolah dasar mendapatkan materi dasar teknik bola basket dan permainan berbasis kerja sama tim.

Kegiatan tersebut mengintegrasikan nilai sportivitas, komunikasi, inklusi, pesan hidup sehat, kesejahteraan mental, serta pentingnya lingkungan bermain yang aman.

Antusiasme tinggi tercermin dari keterlibatan 16 sekolah dasar dengan dukungan 18 guru pendamping dalam program tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf