
Pantau - World Boxing Association (WBA) merilis daftar empat petinju yang dipandang sebagai kekuatan baru di divisi kelas menengah untuk tahun ini. Mereka adalah Aaron McKenna, Euri Cedeno, Yoenli Hernandez, dan Eric Priest.
Aaron McKenna dan Euri Cedeno, Dua Petinju dengan Laju Tak Terbendung
Aaron McKenna, petinju asal Irlandia, tampil impresif dengan rekor tak terkalahkan 20 kemenangan, 10 di antaranya lewat KO. Ia meraih kemenangan mutlak atas Liam Smith pada April 2025 dan kini menyandang gelar juara WBA International kelas menengah. Petinju berusia 26 tahun dengan tinggi 185 cm ini dikenal lewat pukulan jab yang disiplin dan gaya bertarung jarak jauh yang merusak. McKenna saat ini berada di peringkat 10 besar WBA dan digadang sebagai calon panji masa depan tinju Eropa.
Euri Cedeno, petinju Republik Dominika, memiliki rekor 13-0-1 dengan 12 KO, menunjukkan rasio KO mencapai 86 persen. Ia merupakan peraih medali Olimpiade Tokyo 2020 dan melesat ke peringkat 5 WBA setelah musim 2025 yang sempurna. Ia mengalahkan Luis Eduardo Florez dan dijadwalkan kembali naik ring pada awal 2026. Dijuluki "La Bazuca", Cedeno dikenal sebagai salah satu finisher paling mematikan di kelas menengah saat ini.
Yoenli Hernandez dan Eric Priest, Penantang Tangguh dari Kuba dan AS
Yoenli Hernandez Feliciano, petinju kidal asal Kuba, mencatat rekor 10 kemenangan tanpa kalah, 8 di antaranya dengan KO. Lulusan karier amatir gemilang, termasuk dua gelar juara dunia amatir, Hernandez kini memegang gelar juara WBA Continental Amerika Latin. Kemenangan terakhirnya diraih lewat technical knockout atas Ramon de la Cruz Sena pada Oktober 2025. Dikenal dengan pergerakan kaki defensif kelas dunia dan serangan eksplosif, Hernandez dianggap sebagai penantang nomor satu di Amerika Latin dan disebut sebagai salah satu lawan yang paling dihindari di divisi ini.
Eric Priest, petinju asal Amerika Serikat yang dijuluki "The Corean Cowboy", memiliki rekor 16-0-1 dengan 8 KO. Ia memenangkan gelar WBA Continental North America usai menang angka atas Tyler Howard pada awal 2025. Meskipun sempat ditahan imbang oleh Esneiker Correa pada November 2025 lewat keputusan terbelah, Priest tetap bertahan di 10 besar WBA. Dengan gaya bertarung agresif tapi terukur, ia dikenal di kalangan penggemar muda dan dianggap sebagai figur penting dalam masa depan jangka pendek divisi kelas menengah.
- Penulis :
- Gerry Eka







