Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Tenis Masuk 21 Cabor Unggulan, Erick Thohir Pastikan Dukungan Penuh Menuju Olimpiade

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Tenis Masuk 21 Cabor Unggulan, Erick Thohir Pastikan Dukungan Penuh Menuju Olimpiade
Foto: (Sumber: Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir (tengah) berfoto bersama tim Piala Davis Indonesia dan ball kids di sela laga playoff Piala Davis Grup II Dunia kontra Togo di Stadion Tenis GBK, Jakarta, Minggu (8/2/2026). (ANTARA/Arindra Meodia).)

Pantau - Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menegaskan bahwa tenis telah resmi masuk dalam 21 cabang olahraga unggulan nasional dan akan mendapatkan dukungan penuh pemerintah untuk menuju kualifikasi Olimpiade dan ajang internasional lainnya.

Fokus Anggaran dan Target Per Atlet

Erick Thohir menyampaikan bahwa keputusan ini sejalan dengan arahan Presiden RI yang ingin memperkuat prestasi Indonesia di panggung dunia, termasuk melalui cabang olahraga tenis.

"Bapak Presiden sudah memasukkan tenis menjadi 21 cabor unggulan. Di mana kita juga sudah mulai susun budgeting, ada yang memang fokus untuk Olimpiade, untuk atlet A, B, C, D, saya enggak bisa ngomong namanya", ujar Erick dalam keterangannya.

Pemerintah akan menyusun pola pendanaan yang disesuaikan dengan Key Performance Indicator (KPI) tiap atlet, sesuai target masing-masing.

"Jadi memang sesuai dengan pola daripada pendanaan yang kita punya, terbatas memang. Tetapi dengan keterbatasan ini jangan kita mengeluh. Justru kita sekarang bikin pola targeting system dengan KPI-KPI tadi. Jadi masing-masing atlet punya targetnya sendiri-sendiri", jelasnya.

Dukungan untuk Kualifikasi Olimpiade dan Kesejahteraan Atlet

Menpora memastikan bahwa kebutuhan atlet tenis untuk mengikuti sirkuit internasional, sebagai syarat mengumpulkan poin kualifikasi Olimpiade, akan difasilitasi dan diawasi secara transparan.

"Tenis, seperti bulu tangkis, itu kan sirkuit atau turnamen. Artinya berbeda dengan olahraga yang lain. Nah, keunikan ini yang kita Alhamdulillah punya kesepakatan antara kami, Kejaksaan, dan BPKP. Sehingga para atlet, para federasi, ya tenis ataupun yang 21 cabor enggak perlu ragu-ragu", tegasnya.

Tak hanya fokus pada prestasi, pemerintah juga berkomitmen pada kesejahteraan jangka panjang atlet melalui beasiswa LPDP dan dana pensiun bagi atlet berprestasi.

"Jadi kita bener-bener pemerintah sekarang, tentu arahan Bapak Presiden, kita bener-bener membina atlet itu tidak pada saat mereka berjaya saja, tetapi sesudah tidak berjaya tidak dilupakan", tambahnya.

Erick berharap PELTI (Persatuan Tenis Seluruh Indonesia) dapat menjalankan pembinaan dengan serius dan fokus agar target kualifikasi Olimpiade serta promosi kembali ke Grup I Piala Davis bisa tercapai.

"Kita pasti mengawal. Yang penting dari PELTI, dari para atlet, tadi fokus saja di prestasi. Secara administrasi kita sudah protect, tinggal transparansi. Bahwa tadi, masing-masing atlet punya target yang berbeda-beda sesuai dengan anggaran yang kita bisa biayai", pungkasnya.

Penulis :
Gerry Eka