
Pantau - Ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin mengaku mendapatkan banyak pelajaran setelah menghadapi pasangan peringkat satu dunia asal Korea Selatan Kim Won Ho dan Seo Seung Jae pada semifinal All England 2026 di Utilita Arena Birmingham, Inggris.
Pada pertandingan tersebut, Raymond dan Nikolaus harus mengakui keunggulan pasangan Korea Selatan setelah kalah dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 13-21.
Meskipun gagal melangkah ke final, pasangan muda Indonesia itu menilai laga tersebut sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kualitas permainan mereka.
Nikolaus mengatakan, “Kami akan mencoba meniru seperti mereka supaya kami bisa lebih baik ke depannya.”
Kehilangan Momentum di Gim Pertama
Raymond menyebut mereka sebenarnya sempat berada dalam posisi yang cukup baik pada gim pertama pertandingan.
Namun kurangnya konsentrasi pada poin-poin penting membuat lawan mampu membalikkan keadaan.
Ia mengatakan, “Puji Tuhan pertandingan berjalan lancar walaupun tadi tidak menang. Di gim pertama kami sudah unggul tapi konsentrasinya kurang jadi lawan bisa membalikkan keadaan. Mereka punya kekuatan yaitu bisa tampil konsisten terutama di poin-poin akhir.”
Menurut Raymond, perjalanan mereka di turnamen level Super 1000 tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga.
Ia mengatakan, “Pengalaman yang sangat berharga kami dapat di All England ini. Dari babak pertama kami tidak menemukan lawan yang mudah, semuanya setara di level Super 1000. Makin tinggi levelnya makin susah juga.”
Belajar dari Stabilitas Permainan Lawan
Nikolaus mengungkapkan sejak awal mereka menyadari peluang kemenangan terbuka bagi kedua pasangan.
Namun pada pertandingan tersebut pasangan Korea Selatan tampil lebih siap.
Ia mengatakan, “Pada awalnya kami berpikir sama-sama di lapangan, sama-sama punya kesempatan untuk menang. Tapi hari ini kami mengakui mereka lebih siap.”
Nikolaus juga merasakan perbedaan kualitas permainan lawan bahkan sejak sebelum pertandingan dimulai.
Ia mengatakan, “Melawan peringkat satu dunia kami banyak mendapat pelajaran. Dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Kim dan Seo benar-benar stabil terus dari awal sampai akhir.”
Bagi Raymond dan Nikolaus, kesempatan menghadapi pasangan peringkat satu dunia secara langsung menjadi pengalaman penting untuk memahami standar permainan di level tertinggi bulu tangkis dunia.
Konsistensi dan stabilitas permainan yang ditunjukkan pasangan Korea Selatan menjadi hal yang ingin mereka pelajari untuk meningkatkan performa ke depan.
Keberhasilan mencapai semifinal All England juga meningkatkan kepercayaan diri pasangan Indonesia tersebut.
Nikolaus mengatakan, “Tentu hal ini membuat kami lebih percaya diri dengan hasil semifinal ini. Ke depan tidak boleh dijadikan beban, kami mau menjalani dengan enjoy saja.”
- Penulis :
- Gerry Eka








