
Pantau - Petenis ganda putri Indonesia Aldila Sutjiadi mengaku tidak mengalami kesulitan beradaptasi dengan lapangan tanah liat merah saat berpasangan dengan Janice Tjen pada ajang WTA 1000 Madrid Open 2026.
Adaptasi Cepat di Lapangan Tanah Liat
Aldila mengatakan pengalaman bermain bersama Janice sebelumnya memudahkan proses penyesuaian di lapangan red clay.
"Untuk red clay ini pertama kalinya, dan adjusment-nya sebenarnya tidak terlalu banyak karena memang aku sudah beberapa kali partner dengan Janice, jadi kita sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing masing," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan sejak di Indonesia dengan berlatih di lapangan tanah liat selama beberapa hari sebelum bertolak ke Madrid.
"Kemarin sempat latihan di Jakarta selama empat hari kami juga latihan di tanah liat di sana, jadi sampai di sini udah lumayan adjust sama lapangannya," ujarnya.
Tantangan Altitude dan Laga Perdana
Meski demikian, Aldila menyebut kondisi di Madrid memiliki tantangan tambahan karena faktor ketinggian yang memengaruhi kecepatan bola.
"Di sini karena ada altitude, jadi agak berbeda sedikit," katanya.
Berdasarkan hasil undian, pasangan Aldila/Janice akan menghadapi Martha Kostyuk dan Clara Tauson pada babak pertama yang dijadwalkan berlangsung Kamis sekitar pukul 18.20 WIB.
Pasangan ini sebelumnya sempat tersingkir di babak pertama Charleston Open 2026, namun memiliki modal positif usai meraih gelar di Chennai Open 2025.
Sementara itu, Janice Tjen juga mencatat hasil positif di sektor tunggal dengan melaju ke babak kedua setelah mengalahkan petenis Rusia Alina Charaeva.
- Penulis :
- Aditya Yohan








