
Pantau - Sebanyak 423 tenaga pendukung PPIH Arab Saudi disiapkan untuk memperkuat pelayanan bagi calon haji Indonesia, khususnya di Daerah Kerja Madinah dan bandara menjelang keberangkatan kloter pertama pada 22 April 2026.
Peran dan Penempatan Tenaga Pendukung
Tenaga pendukung yang terdiri dari petugas mukimin dan mahasiswa telah mengikuti bimbingan teknis sebagai bagian dari pemantapan tugas di lapangan.
Kepala Kanselerai Soeharyo Tri Sasongko menyatakan bahwa tenaga pendukung memiliki peran penting dalam pelayanan langsung kepada jamaah.
"Tenaga pendukung ini menjadi ujung tombak di lapangan karena mereka langsung bersentuhan dengan jamaah, sehingga dituntut sigap, ramah, dan profesional dalam memberikan pelayanan," ungkapnya.
Mereka akan ditempatkan di dua daerah kerja utama, yakni bandara dan Madinah, pada titik-titik strategis pelayanan jamaah.
Fokus Layanan dan Kesiapan Operasional
Tenaga pendukung dipersiapkan untuk berbagai layanan mulai dari penyambutan di bandara, pendampingan di sektor pelayanan, hingga pelayanan langsung termasuk bagi jamaah lanjut usia.
Selain itu, mereka juga dibekali pemahaman prosedur layanan terbaru serta koordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk mendukung implementasi layanan rute Makkah.
Arahan penugasan ini sejalan dengan kebijakan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf yang menekankan pentingnya sinergi dan kreativitas dalam memberikan pelayanan prima.
Dengan kedatangan awal jamaah di Madinah, tenaga pendukung diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam memastikan kelancaran ibadah haji tahun ini.
- Penulis :
- Gerry Eka








