HOME  ⁄  Pertambangan

Vale Base Metals Lanjutkan Proyek Flotasi Salobo, Produksi Tembaga Ditargetkan Bertambah 30.000 Ton per Tahun

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Vale Base Metals Lanjutkan Proyek Flotasi Salobo, Produksi Tembaga Ditargetkan Bertambah 30.000 Ton per Tahun
Foto: Vale Base Metals logo

Pantau - Vale Base Metals (VBM) akan melanjutkan Proyek Flotasi Partikel Kasar atau Coarse Particle Flotation (CPF) di Kompleks Tembaga Salobo, Brasil, yang diproyeksikan menambah produksi tembaga hingga sekitar 30.000 ton per tahun.

Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada paruh pertama 2028 atau sekitar satu tahun lebih cepat dibandingkan proyeksi awal setelah perusahaan memperoleh izin konstruksi dari Institut Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Terbarukan Brasil (IBAMA).

Penerapan CPF diperkirakan meningkatkan kapasitas pengolahan bijih Salobo sebesar 6 juta ton menjadi total 42 juta ton per tahun.

Selain tambahan produksi tembaga, proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 15.000 ons emas per tahun sebagai produk sampingan.

VBM Percepat Pengembangan Proyek Salobo

CEO VBM Shaun Usmar mengatakan proyek CPF memanfaatkan aset Salobo dan infrastruktur yang telah tersedia untuk meningkatkan produksi secara lebih efisien.

"Proyek CPF kembali menunjukkan keunggulan VBM: kemampuan kami untuk mengoptimalkan potensi nilai dan pertumbuhan yang signifikan dari aset-aset kelas dunia melalui eksekusi yang efektif, inovasi, dan alokasi modal yang tepat," ujar Shaun Usmar.

"Salobo merupakan salah satu operasi tembaga kelas dunia, dan proyek ini akan memungkinkan kami meningkatkan produksi tembaga secara lebih efisien melalui pemanfaatan infrastruktur yang ada, sekaligus meningkatkan kinerja lingkungan," ujarnya.

CPF bekerja dengan menambahkan sirkuit flotasi baru untuk memisahkan batuan buangan pada tahap awal pengolahan sehingga mengurangi kebutuhan penggilingan, mengatasi kendala kapasitas, dan meningkatkan perolehan metalurgi.

Teknologi tersebut juga diperkirakan menggunakan energi dan air rata-rata lebih rendah dibandingkan metode lain sehingga dapat mengurangi dampak lingkungan operasi Salobo.

Sebagai bagian dari rencana pengembangan, volume material yang dipindahkan di tambang diperkirakan meningkat sekitar 7 persen dengan dukungan sejumlah inisiatif, termasuk penggunaan peralatan angkut otonom.

Wheaton Kucurkan Dana 40 Juta Dolar AS

Wheaton Precious Metals sepakat menyediakan pendanaan 40 juta dolar AS untuk membantu membiayai sebagian belanja modal proyek CPF.

Pendanaan tersebut akan diberikan dalam dua tahap masing-masing sebesar 20 juta dolar AS sesuai pencapaian tahapan penting proyek.

VBM sebelumnya mengoptimalkan ruang lingkup proyek sehingga estimasi belanja modal turun menjadi sekitar 215 juta dolar AS dari perkiraan awal sebesar 225 juta hingga 275 juta dolar AS.

Dengan kontribusi Wheaton, belanja modal yang harus dikeluarkan VBM diperkirakan menjadi sekitar 175 juta dolar AS.

"Kedua belah pihak akan benar-benar diuntungkan, baik Wheaton maupun VBM," ujar Usmar.

"Kontribusi $40 juta tersebut semakin meningkatkan daya tarik ekonomi proyek, sementara Wheaton akan memperoleh manfaat dari peningkatan produksi emas sebagai produk sampingan berkat penerapan CPF. Kami menghargai dukungan Wheaton, yang mencerminkan eratnya hubungan jangka panjang kami serta keyakinan bersama akan nilai yang akan dihasilkan Proyek CPF di Salobo," ujarnya.

Presiden dan CEO Wheaton Precious Metals Haytham Hodaly turut menyatakan dukungannya terhadap pengembangan proyek tersebut.

"Salobo telah menjadi aset inti Wheaton selama bertahun-tahun, dan kami senang dapat mendukung pengembangan Proyek CPF. Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk berinvestasi bersama mitra berkualitas tinggi dalam berbagai peluang yang menghasilkan nilai jangka panjang bagi kedua belah pihak," tambah Haytham Hodaly.

VBM Bidik Produksi Tembaga 700.000 Ton pada 2035

VBM telah melakukan penelitian dan pengembangan teknologi CPF untuk Salobo selama lebih dari dua tahun melalui pengujian laboratorium di Sheridan Park Research Facility, Kanada, serta pengujian lapangan di Brasil.

Perusahaan juga menjajaki penerapan teknologi CPF pada proyek tembaga lainnya di kawasan Carajás dan aset lain dalam portofolionya.

Proyek CPF menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis tembaga VBM di Brasil yang didukung cadangan dan sumber daya mineral dengan kandungan lebih dari 53 juta ton tembaga, termasuk sumber daya tereka.

Strategi pertumbuhan tersebut diperkirakan mendorong produksi tembaga VBM hingga sekitar 700.000 ton per tahun pada 2035 dengan Brasil, khususnya kawasan Carajás, menjadi salah satu basis utama pengembangan.

Penulis :
Gerry Eka