
Pantau - Pendiri Cyrus Network Hasan Nasbi menilai, pencalonan presiden dari PDIP tak akan berpengaruh banyak pada koalisi partai politik (parpol) yang telah terbentuk saat ini.
Seperti diketahui, terdapat dua nama yang mencuat untuk menjadi calon presiden (capres) dari PDIP, yakni Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.
"Menurut saya, PDIP bukan mempengaruhi peta politik, tetapi siapa yang dicalonkan PDIP setelah melihat siapa saja lawannya," kata Hasan, Selasa (10/1/2023).
Baca Juga: PDIP Diprediksi Umumkan Nama Capres pada Maret 2023
Menurutnya, PDIP dalam posisi menguntungkan untuk melihat lebih dulu siapa saja kompetitornya dalam pertarungan Pilpres 2024.
Hasan mengatakan, PDIP tak perlu terburu-buru dalam mengumumkan nama capres. Pasalnya, PDIP bisa mengusung sendiri tanpa perlu berkoalisi dengan parpol lain.
Posisi politik itu, menurut Hasan, juga membuat PDIP boleh memilih siapa pun capres yang bakal dipilihnya. Bahkan, PDIP bisa saja mengusung Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga: Menerka Kode Megawati soal ‘Pemimpin Perempuan’ di HUT PDIP
"Jadi semua itu beatable, bisa dikalahkan, kalau dulu Pak Jokowi, orang mikir-mikir," lanjutnya.
Hingga saat ini, Megawati belum mengumumkan siapa capres yang dipilihnya untuk menghadapi kontestasi perebutan kursi RI-1. Ia menegaskan, kewenangan pencapresan PDIP berada di tangannya.
"Sekarang nungguin (capres), enggak ada, ini urusan gua," kata Megawati dalam perayaan HUT ke-50 PDIP di Kemayoran, Jakarta.
Seperti diketahui, terdapat dua nama yang mencuat untuk menjadi calon presiden (capres) dari PDIP, yakni Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.
"Menurut saya, PDIP bukan mempengaruhi peta politik, tetapi siapa yang dicalonkan PDIP setelah melihat siapa saja lawannya," kata Hasan, Selasa (10/1/2023).
Baca Juga: PDIP Diprediksi Umumkan Nama Capres pada Maret 2023
Menurutnya, PDIP dalam posisi menguntungkan untuk melihat lebih dulu siapa saja kompetitornya dalam pertarungan Pilpres 2024.
Hasan mengatakan, PDIP tak perlu terburu-buru dalam mengumumkan nama capres. Pasalnya, PDIP bisa mengusung sendiri tanpa perlu berkoalisi dengan parpol lain.
Posisi politik itu, menurut Hasan, juga membuat PDIP boleh memilih siapa pun capres yang bakal dipilihnya. Bahkan, PDIP bisa saja mengusung Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga: Menerka Kode Megawati soal ‘Pemimpin Perempuan’ di HUT PDIP
"Jadi semua itu beatable, bisa dikalahkan, kalau dulu Pak Jokowi, orang mikir-mikir," lanjutnya.
Hingga saat ini, Megawati belum mengumumkan siapa capres yang dipilihnya untuk menghadapi kontestasi perebutan kursi RI-1. Ia menegaskan, kewenangan pencapresan PDIP berada di tangannya.
"Sekarang nungguin (capres), enggak ada, ini urusan gua," kata Megawati dalam perayaan HUT ke-50 PDIP di Kemayoran, Jakarta.
- Penulis :
- Aditya Andreas





