
Pantau - Analis komunikasi politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto memprediksi PDIP akan mengumumkan nama calon presiden (capres) pada Maret 2023.
Ia mengatakan, hal ini berdasarkan pengalaman pada dua pemilu terakhir, di mana PDIP selalu mengumumkan nama capres di bulan Februari atau Maret.
"Waktu 2019 itu di Rakernas ketiga di Bali, seingat saya 23 Februari 2018. Kemudian mundur ke pemilu sebelumnya, waktu ada dilema antara Bu Mega dan Jokowi itu malah lebih maju lagi, itu di bulan Maret," tuturnya, Selasa (10/1/2023).
Gun Gun berpendapat, PDIP akan terlambat bila baru mengumumkan sosok calon presiden pada pertengahan tahun 2023.
"Menurut saya, dalam bacaan sisi komunikasi politik itu agak terlambat. Kemungkinan agar punya ruang publisitas yang memadai itu kalau maksimum di bulan Maret," ujarnya.
Ia menyampaikan, PDI-P harus mempertimbangkan political publicity menyangkut ruang pencapresan sebelum resmi mengusung pasangan capres dan cawapres ke KPU.
"Jadi menurut saya sih, Maret. Ini tentu bisa dinamis," tutupnya.
Sebagai informasi, pada hari ini, Selasa (10/1/2023) PDIP menggelar acara peringatan HUT ke-50 di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, akan ada surprise dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam acara ini. Hal ini disinyalir sebagai kode pengumuman nama capres yang akan diusung.
Namun, Megawati justru tidak menyampaikan apa pun terkait capres dalam pidatonya pada acara tersebut.
Ia mengatakan, hal ini berdasarkan pengalaman pada dua pemilu terakhir, di mana PDIP selalu mengumumkan nama capres di bulan Februari atau Maret.
"Waktu 2019 itu di Rakernas ketiga di Bali, seingat saya 23 Februari 2018. Kemudian mundur ke pemilu sebelumnya, waktu ada dilema antara Bu Mega dan Jokowi itu malah lebih maju lagi, itu di bulan Maret," tuturnya, Selasa (10/1/2023).
Gun Gun berpendapat, PDIP akan terlambat bila baru mengumumkan sosok calon presiden pada pertengahan tahun 2023.
"Menurut saya, dalam bacaan sisi komunikasi politik itu agak terlambat. Kemungkinan agar punya ruang publisitas yang memadai itu kalau maksimum di bulan Maret," ujarnya.
Ia menyampaikan, PDI-P harus mempertimbangkan political publicity menyangkut ruang pencapresan sebelum resmi mengusung pasangan capres dan cawapres ke KPU.
"Jadi menurut saya sih, Maret. Ini tentu bisa dinamis," tutupnya.
Sebagai informasi, pada hari ini, Selasa (10/1/2023) PDIP menggelar acara peringatan HUT ke-50 di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, akan ada surprise dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam acara ini. Hal ini disinyalir sebagai kode pengumuman nama capres yang akan diusung.
Namun, Megawati justru tidak menyampaikan apa pun terkait capres dalam pidatonya pada acara tersebut.
- Penulis :
- Aditya Andreas








