
Pantau - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak perempuan Indonesia menjadi cahaya penerang peradaban bangsa dalam momentum peringatan Hari Kartini, Selasa.
Perempuan Punya Tugas Sejarah
Megawati menegaskan perjuangan perempuan tidak hanya soal kesetaraan gender, tetapi juga pembebasan dari berbagai bentuk penindasan.
"Mereka tidak sekadar berjuang bagi emansipasi melalui kesetaraan gender, tetapi juga pembebasan perempuan dari penindasan politik, ekonomi, dan budaya," ujarnya.
Ia menyampaikan setiap peringatan Hari Kartini selalu menghadirkan semangat perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kemerdekaan.
Menurutnya, sejarah perjuangan perempuan sejak 1933 menunjukkan perlawanan terhadap ketidakadilan akibat kapitalisme dan imperialisme.
Dorong Peran Aktif Perempuan
Megawati juga mengingatkan bahwa kesatuan perjuangan perempuan dan laki-laki melahirkan prinsip kesetaraan dalam Pasal 27 ayat (1) UUD 1945.
"Kesatupaduan perempuan dan laki-laki sebagai satu kekuatan perjuangan melahirkan Pasal 27 ayat (1) UUD 1945, bahwa semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan tanpa kecuali," katanya.
Ia mengajak perempuan mengisi ruang sosial, politik, dan ekonomi untuk membawa pencerahan bagi bangsa.
Megawati menekankan pentingnya peran perempuan sebagai “Ibu Pengetahuan” sebagaimana ajaran Soekarno.
"Dengan cara itu, perempuan akan terus menjadi cahaya penerang bagi seluruh anak bangsa dalam menghadapi berbagai persoalan," ujarnya.
Ia juga mengajak perempuan mempelajari buku Sarinah untuk memahami peran sejarah serta menanamkan semangat perjuangan kepada generasi penerus.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








