
Pantau - Partai Buruh turut menyoroti polemik terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 yang menimbulkan banyak masalah.
Mulai dari dugaan adanya manipulasi sampai banyaknya aduan masyarakat yang mengeluh dalam proses pelaksanaan seleksi PPDB kali ini.
Politisi Partai Buruh, Muhammad Ridha mengatakan, pihaknya mengusulkan reformasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan.
Menurutnya, yang pertama harus dilakukan adalah peningkatan yang signifikan dalam investasi di bidang pendidikan publik, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur pendidikan, pelatihan guru, dan sumber daya di semua sekolah.
"Hal ini akan membantu menjembatani kesenjangan dalam kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan di mana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (15/7/2023).
Kedua, lanjutnya, Partai Buruh akan mengadvokasi pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif dalam pengambilan keputusan di bidang pendidikan.
"Orang tua, guru, dan anggota masyarakat harus memiliki suara dalam membentuk kebijakan pendidikan, termasuk proses penerimaan siswa baru, untuk memastikan transparansi, keadilan, dan akuntabilitas," jelasnya.
Terakhir, ia mendorong adanya prioritas dalam penyediaan pendidikan gratis yang dapat diakses oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi atau lokasi geografis.
"Hal ini berarti mengatasi akar penyebab kesenjangan pendidikan dan memberikan dukungan yang memadai kepada sekolah-sekolah di daerah yang kurang terlayani, khususnya di wilayah DKI Jakarta," tandasnya.
Mulai dari dugaan adanya manipulasi sampai banyaknya aduan masyarakat yang mengeluh dalam proses pelaksanaan seleksi PPDB kali ini.
Politisi Partai Buruh, Muhammad Ridha mengatakan, pihaknya mengusulkan reformasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan.
Menurutnya, yang pertama harus dilakukan adalah peningkatan yang signifikan dalam investasi di bidang pendidikan publik, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur pendidikan, pelatihan guru, dan sumber daya di semua sekolah.
"Hal ini akan membantu menjembatani kesenjangan dalam kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan di mana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (15/7/2023).
Kedua, lanjutnya, Partai Buruh akan mengadvokasi pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif dalam pengambilan keputusan di bidang pendidikan.
"Orang tua, guru, dan anggota masyarakat harus memiliki suara dalam membentuk kebijakan pendidikan, termasuk proses penerimaan siswa baru, untuk memastikan transparansi, keadilan, dan akuntabilitas," jelasnya.
Terakhir, ia mendorong adanya prioritas dalam penyediaan pendidikan gratis yang dapat diakses oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi atau lokasi geografis.
"Hal ini berarti mengatasi akar penyebab kesenjangan pendidikan dan memberikan dukungan yang memadai kepada sekolah-sekolah di daerah yang kurang terlayani, khususnya di wilayah DKI Jakarta," tandasnya.
- Penulis :
- Aditya Andreas









