Pantau Flash
HOME  ⁄  Politik

Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dihujat, Tapi Jangan Patah Semangat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dihujat, Tapi Jangan Patah Semangat
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam rapat terbatas bersama 10 menteri serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi di lokasi pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). (ANTARA/HO-Youtube Sekretariat Presiden).)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seorang pemimpin harus siap menerima hujatan, fitnah, dan kritik, namun tidak boleh patah semangat dalam menjalankan tugas demi rakyat.

Kritik Adalah Pengingat, Bukan Penghalang

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas yang digelar di lokasi pembangunan Rumah Hunian Danantara, Aceh Tamiang, Kamis, bersama 10 menteri, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.

Ia menyampaikan bahwa ada kecenderungan sejumlah pihak yang selalu memandang negatif kehadiran pejabat di lokasi bencana, baik saat datang maupun tidak datang.

"Pejabat datang, pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat kan begitu. Saya datang ketemu gubernur, gubernur sampaikan kita butuh ini, kita itu, Pak ada usul ini, ada saya tahu langsung saya bisa cek, kan begitu ceritanya," ungkap Prabowo.

Menurutnya, kehadiran pejabat bukan untuk seremonial, tetapi untuk mencatat, memahami persoalan, dan mengambil keputusan berbasis kebutuhan di lapangan.

"Kita sekarang dalam rangka membuktikan. Jadi kalau ada menteri-menteri, pejabat turun, itu dia tidak turun untuk wisata. Dia datang dia melihat, mencatat, mengerti mengambil keputusan, kan demikian," ujarnya.

Kepemimpinan Berbasis Bukti dan Hasil Nyata

Prabowo menegaskan kepada para pimpinan, menteri, kepala badan, dan gubernur bahwa menjadi pemimpin berarti harus kuat mental, tetap semangat, dan menjadikan kritik sebagai bahan koreksi dan kewaspadaan.

Ia menyatakan bahwa pemerintah saat ini mengedepankan pendekatan kerja berbasis bukti dan hasil nyata, dengan fokus utama untuk meringankan penderitaan rakyat.

"Tugas kita, saya, walaupun tidak sehari-hari sama saudara ya, saya di pusat ya, saya berpikir bagaimana saya atasi ini, membantu saudara di lapangan. Tetapi sementara nasib 280 juta rakyat Indonesia tetap harus kita urus secara nasional," ungkapnya.

Bagi Prabowo, komentar negatif seharusnya menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus bekerja lebih baik, bukan menjadi penghalang.

Penulis :
Gerry Eka