
Pantau - Kylian Mbappe resmi meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG) untuk bergabung dengan Real Madrid pada awal musim 2024/2025, dengan harapan besar meraih trofi Liga Champions yang belum pernah ia dapatkan.
Namun, ironi terjadi: PSG justru sukses meraih gelar Liga Champions pertamanya dalam sejarah klub, sementara Real Madrid menutup musim tanpa satu pun gelar.
Situasi ini menambah daftar panjang pemain top dunia yang ditinggal juara oleh mantan klubnya tak lama setelah hengkang.
Jejak Pahit Para Bintang: Dari Ibrahimovic hingga Shevchenko
Zlatan Ibrahimovic mengalami hal serupa saat pindah dari Inter Milan ke Barcelona pada 2009.
Setahun kemudian, Inter justru menjuarai Liga Champions 2010 setelah menyingkirkan Barcelona yang diperkuat Ibra di semifinal.
Michael Owen meninggalkan Liverpool untuk Real Madrid pada 2004, hanya untuk melihat Liverpool mengangkat trofi Liga Champions 2005, sementara Madrid tersingkir di babak 16 besar.
Mesut Ozil pindah dari Real Madrid ke Arsenal pada 2013, dan Madrid akhirnya meraih gelar Liga Champions pertama dalam 12 tahun pada 2014 tanpa dirinya.
Philippe Coutinho hengkang dari Liverpool ke Barcelona pada 2018, tapi harus menyaksikan Liverpool menjadi juara Liga Champions 2019 setelah menyingkirkan Barcelona — tim yang dibelanya — di semifinal.
Coutinho baru merasakan gelar tersebut saat dipinjamkan ke Bayern Munich pada 2020.
Karim Benzema meninggalkan Real Madrid setelah musim 2022/2023 dan bergabung dengan Al Ittihad.
Tanpa dirinya, Madrid sukses menjuarai Liga Champions 2024.
Meski demikian, Benzema tetap menjadi legenda klub setelah mempersembahkan lima gelar Liga Champions sebelumnya.
Andriy Shevchenko juga mengalami kisah serupa usai meninggalkan AC Milan ke Chelsea pada 2006.
Setahun setelah kepergiannya, Milan meraih gelar Liga Champions 2007.
Namun bagi Shevchenko, momen itu tak terlalu menyakitkan karena ia pernah membawa Milan juara pada tahun 2003.
Cerita-cerita ini menjadi pengingat bahwa tak semua keputusan pindah klub berujung manis, dan terkadang, kejayaan justru datang saat kita sudah tak lagi menjadi bagian dari perjalanan itu.
- Penulis :
- Balian Godfrey








