Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Sepakbola

Komisi X DPR Dukung Penunjukan John Herdman, Dorong Pembinaan Sepak Bola Nasional yang Berkelanjutan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Komisi X DPR Dukung Penunjukan John Herdman, Dorong Pembinaan Sepak Bola Nasional yang Berkelanjutan
Foto: (Sumber:Pesepak bola Timnas Indonesia U-22 Toni Firmansyah (kiri) berupaya melewati hadangan pesepak bola Timnas Myanmar Oakkar Naing (kedua kanan) pada pertandingan babak penyisihan Grup C Sepak Bola SEA Games 2025 di The 700th Anniversary of Chiang Mai Stadium, Chiang Mai, Thailand, Jumat (12/12/2025). )

Pantau - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyambut positif penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru tim nasional Indonesia dan menyebut langkah PSSI ini sebagai strategi membangun masa depan sepak bola nasional yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Ia menilai keputusan tersebut mencerminkan keseriusan dalam membangun arah baru yang terukur dan sistemik untuk prestasi sepak bola Tanah Air.

John Herdman Dinilai Miliki Modal Internasional yang Kuat

Hetifah menyoroti rekam jejak Herdman yang sukses membawa tim nasional putra dan putri Kanada tampil di Piala Dunia sebagai modal penting untuk membawa perubahan berarti di tubuh timnas Indonesia.

"John Herdman diharapkan tidak hanya menghadirkan peningkatan prestasi jangka pendek, tetapi juga meletakkan fondasi pembinaan sepak bola nasional yang kokoh dan sistemik," ungkapnya.

Komisi X berharap kehadiran Herdman dapat mendorong peningkatan kualitas permainan, kedisiplinan taktik, dan mental bertanding pemain tim nasional di semua level kompetisi.

Ia menekankan bahwa prestasi harus dibangun melalui pendekatan pembinaan jangka panjang yang konsisten dan terencana.

Komisi X Soroti Regenerasi, Transparansi, dan Sinergi Sistem Sepak Bola

Komisi X DPR RI mencatat sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian pelatih baru.

Regenerasi dan pembinaan pemain muda harus menjadi prioritas utama agar kesinambungan prestasi tim nasional terjaga tanpa hanya mengandalkan pemain siap pakai.

Proses seleksi pemain juga diminta dilakukan secara objektif dan adil, baik untuk pemain lokal maupun diaspora, dengan parameter teknis yang jelas dan transparan.

Sinergi antara tim nasional, klub-klub lokal, dan sistem kompetisi nasional disebut sebagai hal yang mutlak dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung.

Selain itu, pencarian dan pembinaan bakat hingga ke daerah-daerah harus diperkuat agar pengembangan sepak bola tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu.

Komisi X juga mengingatkan bahwa padatnya agenda tim nasional sepanjang tahun 2026 tidak boleh mendorong orientasi pada hasil instan.

Evaluasi kinerja pelatih dan tim harus dilakukan secara objektif, berbasis proses, dan berorientasi pada penguatan sistem jangka panjang.

"Sepak bola Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemenangan. Yang dibutuhkan adalah sistem yang kuat, visi jangka panjang, dan komitmen bersama untuk berkembang secara konsisten," tegas Hetifah.

Penulis :
Gerry Eka