
Pantau - Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China merilis rencana kerja baru untuk memperdalam integrasi antara internet industri dan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat sektor manufaktur.
Rencana tersebut menargetkan peningkatan signifikan integrasi teknologi pada tahun 2028 dengan penerapan jaringan industri tipe baru di tidak kurang dari 50.000 perusahaan.
Langkah ini menunjukkan komitmen China untuk mempercepat transformasi digital sektor manufaktur melalui pemanfaatan teknologi cerdas.
Target 2028 dan Langkah Strategis
Menurut dokumen resmi yang dirilis, integrasi internet industri dan AI akan dikembangkan secara besar-besaran di berbagai sektor utama.
China akan membangun sejumlah dataset berkualitas tinggi di 20 industri prioritas untuk mendukung pelatihan dan pengembangan sistem AI di bidang industri.
Selain itu, pemerintah akan membina sekelompok penyedia solusi cerdas (smart solution providers) guna mempercepat adopsi teknologi AI di lingkungan pabrik.
Rencana tersebut juga mendorong peningkatan kapasitas secara terkoordinasi di antara perusahaan besar, menengah, dan kecil agar tercipta sinergi dalam ekosistem industri digital.
Reposisi Industri Nasional dalam Rantai Nilai Global
China saat ini sedang mempercepat pengintegrasian teknologi AI ke dalam sektor manufakturnya sebagai bagian dari upaya membentuk ulang basis industri nasional.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing manufaktur China di tingkat global.
Upaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan posisi China dalam rantai nilai global yang semakin kompetitif.
Sebagai langkah konkret, pada Agustus 2025, pemerintah kota Shanghai telah mengumumkan rencana implementasi program "AI plus manufaktur" selama tiga tahun.
Program tersebut mencakup berbagai inisiatif untuk mendorong terobosan dalam teknologi kecerdasan industri dan memperluas penerapannya di sektor produksi.
- Penulis :
- Aditya Yohan








