
Pantau - Meskipun suhu mencapai minus 20 derajat Celsius, tradisi penangkapan ikan musim dingin di Danau Chagan, Kota Songyuan, Provinsi Jilin, China, tetap berlangsung dengan semarak dan menjadi simbol panen melimpah bagi masyarakat nelayan-pemburu di timur laut negara itu.
Permukaan es Danau Chagan dipahat menggunakan alat tajam, menghasilkan bunyi nyaring yang menggema di sekitarnya.
Ketika jaring ditarik dari bawah es, kawanan ikan meloncat keluar dan memercikkan serpihan es ke udara, menciptakan pemandangan spektakuler yang menjadi daya tarik budaya dan wisata.
Festival Budaya Pariwisata Perburuan dan Penangkapan Ikan Es Danau Chagan ke-24 resmi dibuka pada Kamis, 8 Januari 2026, di Lapangan Nabo, Kota Songyuan.
Tradisi Turun-Temurun dengan Teknik dan Peran Khusus
Di lokasi penangkapan, puluhan nelayan bekerja dalam tim yang terorganisir, dipimpin oleh seorang yubatou atau pemimpin penangkapan ikan.
Proses dimulai dengan pemecahan es, pemasangan tongkat penanda, dan pembentangan jaring raksasa sepanjang ribuan meter di bawah permukaan danau.
Penarikan jaring dilakukan dengan derek pemutar yang ditarik oleh kuda, menciptakan momentum dramatis saat ikan-ikan besar meloncat keluar dari danau beku.
Bing Hailong, 48 tahun, adalah yubatou yang telah menjabat selama empat tahun dan memiliki pengalaman puluhan tahun.
“Ketebalan es saat ini sekitar 60 sentimeter. Setiap hari, kami mulai bekerja di tengah danau sekitar pukul 07.30 dan mulai mengangkat ikan sekitar pukul 12.00. Ikan yang tertangkap antara lain ikan kepala besar dan ikan perak. Tahun ini, dalam satu kali penarikan jaring, hasil tangkapan terbanyak mencapai 90.000 kilogram,” ujar Bing Hailong.
Setelah lokasi kawanan ikan ditemukan, tim membuat lubang es, memasang tongkat penarik, dan perlahan membentangkan jaring di bawah lapisan es.
Derek pemutar yang menyerupai batu giling digerakkan oleh empat hingga enam ekor kuda besar yang berlari mengelilinginya.
Menjaga Kelestarian Lewat Budi Daya Ilmiah
Shan Junguo, seorang nelayan senior, menjelaskan bahwa jaring yang digunakan memiliki ukuran mata enam inci, sehingga hanya ikan berukuran besar yang tertangkap.
Ia menambahkan bahwa benih ikan ditebar setiap musim panas dan gugur, dengan prinsip budi daya dan penangkapan ikan secara ilmiah.
Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan hasil yang berkelanjutan dan menjaga ketersediaan ikan dari tahun ke tahun.
Danau Chagan sendiri merupakan salah satu dari sepuluh danau air tawar terbesar di China.
Dalam bahasa Mongolia, Chagan disebut Chagan Nur, yang berarti “danau putih” atau “danau suci”.
Sejak tahun 2008, tradisi penangkapan ikan musim dingin di Danau Chagan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional China.
- Penulis :
- Aditya Yohan








