Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Fadli Zon Dorong Penguatan Kelembagaan Komunitas Silek Minangkabau untuk Pelestarian Budaya

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Fadli Zon Dorong Penguatan Kelembagaan Komunitas Silek Minangkabau untuk Pelestarian Budaya
Foto: (Sumber : Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam dialog budaya bersama Ikatan Guru Silek Sakato di Tanah Datar, Sumatera Barat, Jumat (13/3/2026). ANTARA/HO-Kemenbud.)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penguatan kelembagaan komunitas silek tradisi Minangkabau agar memiliki badan hukum yang jelas guna mendukung pelestarian budaya secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon saat menggelar dialog budaya bersama Ikatan Guru Silek Sakato di Tanah Datar Sumatera Barat.

Ia menjelaskan bahwa komunitas yang memiliki badan hukum akan lebih mudah mengakses berbagai dukungan program kebudayaan dari pemerintah.

Dukungan tersebut antara lain berupa penyelenggaraan festival budaya serta dokumentasi pengetahuan melalui penerbitan buku.

Penguatan sarana dan prasarana kebudayaan juga dinilai akan lebih mudah diperoleh apabila komunitas memiliki kelembagaan yang jelas.

Fadli mengatakan, "Pencak silat merupakan warisan budaya yang akarnya berkembang luas di Nusantara. Tidak hanya di Sumatera Barat atau Pulau Jawa, tetapi hampir di seluruh Indonesia, bahkan hingga mancanegara".

Pencak Silat Warisan Budaya Dunia

Fadli menjelaskan bahwa pencak silat telah diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO pada tahun 2019.

Pengakuan tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan tradisi pencak silat di Indonesia.

Hal tersebut termasuk menjaga keberlanjutan silek tuo yang menjadi bagian penting dari budaya Minangkabau.

Dalam tradisi Minangkabau silek tidak hanya dipandang sebagai seni bela diri.

Silek juga menjadi bagian dari sistem nilai adat yang membentuk karakter masyarakat.

Selain itu silek mengandung nilai etika serta filosofi hidup masyarakat Minangkabau.

Dukungan Pemerintah bagi Komunitas Silek

Pada kesempatan tersebut Fadli Zon juga menyerahkan bantuan untuk penguatan komunitas silek.

Bantuan tersebut berupa dukungan dana sebesar Rp5 juta untuk pembentukan yayasan komunitas.

Selain itu diberikan pula bantuan operasional sebesar Rp20 juta kepada komunitas.

Kementerian Kebudayaan juga menyalurkan paket rendang serta perlengkapan salat kepada komunitas.

Pembina Ikatan Guru Silek Sakato Sutan Muhammad Yusuf Tuanku Mudo Rajo Disambah menyampaikan bahwa generasi muda hingga generasi tua menunjukkan antusiasme dalam melestarikan tradisi silek.

Ia menyebut sebanyak 20 pesilat direncanakan mengikuti Festival Pendekar Antarbangsa di Malaka untuk memperkenalkan tradisi silek ke tingkat global.

Dialog budaya tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdul Rahman Hadi.

Selain itu hadir pula delegasi The Heart of Nusantara Malaysia.

Sejumlah budayawan serta pejabat dari Kementerian Kebudayaan juga turut menghadiri kegiatan tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan