
Pantau - Zuhairi Misrawi menyatakan bahwa buku menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Tunisia dalam Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 yang digelar di Elkram, Tunisia, pada 23 April 2026.
Pameran tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Presiden Tunisia Kais Saied dengan Indonesia berpartisipasi sebagai tamu kehormatan.
Zuhairi mengungkapkan, "Saat berbincang dengan Presiden Tunisia, kami mendapatkan sambutan dan apresiasi. Begitu pula dari warga Tunisia. Mereka dapat mengenal lebih dekat kebudayaan dan pemikiran ulama Indonesia."
Diplomasi Budaya Lewat Buku dan Sejarah
Hubungan bilateral Indonesia dan Tunisia diketahui telah terjalin sejak 1960 bahkan sebelum Tunisia merdeka.
Nilai historis tersebut ditampilkan dalam paviliun Indonesia yang mengusung tema Indonesia Tunisia Sahabat.
Paviliun tersebut menampilkan berbagai buku yang mencerminkan hubungan kedua negara, termasuk karya ulama Tunisia seperti Ibnu Khaldun.
Selain itu, karya Muhammad Thahir bin Asyur dan Abdul Aziz al Tha'alabi turut dipamerkan sebagai bagian dari koleksi.
Buku-buku yang dipamerkan mencakup berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, dan Prancis serta karya ulama Nusantara.
Ragam Kegiatan Tarik Perhatian Pengunjung
Partisipasi Indonesia dalam pameran ini mendapat sambutan luas dari pemerintah dan masyarakat Tunisia.
Selain pameran buku, paviliun Indonesia juga menggelar berbagai kegiatan harian.
Kegiatan tersebut meliputi diskusi, pertunjukan tari, musik, hingga penyajian kuliner khas Nusantara kepada para pengunjung.
Upaya ini menjadi bagian dari diplomasi budaya yang dilakukan Indonesia untuk mempererat hubungan kedua negara.
- Penulis :
- Arian Mesa








