
Pantau - Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic meluncurkan Claude for Healthcare, seperangkat fitur berbasis artificial intelligence (AI) untuk mendukung layanan kesehatan bagi penyedia layanan dan pasien, pada Rabu, 14 Januari 2026.
Peluncuran ini dilakukan menyusul kehadiran fitur serupa dari OpenAI, yakni ChatGPT Health, di tengah meningkatnya pemanfaatan model bahasa besar (large language model/LLM) dalam pembahasan isu kesehatan.
Claude for Healthcare memungkinkan pengguna menyinkronkan data kesehatan dari ponsel, jam tangan pintar, dan berbagai platform lainnya untuk menunjang pengelolaan informasi medis.
Anthropic menegaskan bahwa data kesehatan pengguna tidak digunakan untuk melatih model AI mereka dan tetap berada dalam kendali pemilik data.
Fokus Administrasi dan Riset Kesehatan
Berbeda dengan ChatGPT Health yang berfokus pada pengalaman percakapan pasien, Claude for Healthcare dirancang untuk mendukung kebutuhan administrasi dan riset di sektor kesehatan.
Sistem ini dilengkapi fitur “Connectors” yang memungkinkan Claude terhubung ke berbagai basis data dan platform resmi guna mempercepat pencarian informasi serta pembuatan laporan.
Basis data yang dapat diakses meliputi CMS Coverage Database, ICD-10, National Provider Identifier Standard, dan PubMed.
Integrasi tersebut membantu dokter dalam proses administratif, seperti pengajuan dokumen ke perusahaan asuransi terkait penjaminan obat atau tindakan medis.
Pernyataan Anthropic dan Konteks Penggunaan AI
Chief Product Officer Anthropic Mike Krieger mengatakan banyak tenaga medis menghabiskan lebih banyak waktu untuk dokumentasi dibandingkan menangani pasien dengan menyatakan, "Kami melihat dokter terlalu sering terjebak dalam pekerjaan administrasi yang seharusnya bisa diotomatisasi."
Anthropic menilai tugas administratif lebih tepat untuk diotomatisasi oleh AI, sementara keputusan medis tetap memerlukan keahlian profesional manusia.
OpenAI sebelumnya menyebut sekitar 230 juta orang per pekan membicarakan kesehatan mereka dengan ChatGPT, namun Anthropic dan OpenAI sama-sama menegaskan bahwa AI tidak menggantikan tenaga medis profesional.
Pengguna tetap dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna memperoleh saran medis yang akurat.
- Penulis :
- Aditya Yohan







