
Pantau - Sebuah perusahaan dirgantara komersial asal China, GuoXing Aerospace Technology, berhasil menerapkan model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serbaguna langsung pada satelit yang mengorbit di luar angkasa sebuah terobosan besar dalam pengembangan teknologi komputasi orbit.
Model Bahasa Besar Qwen3 Dipasang di Satelit, Proses End-to-End dari Orbit
Pada seminar yang digelar Senin (26 Januari 2026), GuoXing mengumumkan bahwa mereka telah mengintegrasikan model bahasa besar (Large Language Model/LLM) Qwen3 milik Alibaba ke pusat komputasi luar angkasa pertama mereka.
"Ini menandai penerapan pertama di dunia model AI berskala besar serbaguna dari kendali di Bumi ke konstelasi satelit operasional di orbit," ungkap perusahaan dalam pengumumannya.
Dengan penerapan teknologi ini, tugas penalaran (reasoning) bisa diselesaikan sepenuhnya di orbit, tanpa perlu dikirim kembali ke Bumi untuk diproses.
Dalam uji coba, sebuah pertanyaan dikirim dari Bumi ke satelit, lalu diproses oleh model Qwen3 yang berada di satelit, dan hasilnya dikirim kembali ke Bumi—semuanya selesai hanya dalam waktu dua menit.
Ini merupakan bagian dari klaster konstelasi pertama yang diluncurkan China pada Mei 2025, terdiri dari 12 satelit komputasi milik GuoXing Aerospace.
Target 2.800 Satelit Komputasi Luar Angkasa hingga 2035
Wakil Presiden Eksekutif GuoXing Aerospace, Wang Yabo, menyampaikan ambisi besar perusahaan untuk membangun jaringan komputasi luar angkasa global yang terdiri dari 2.800 satelit hingga tahun 2035.
Rinciannya mencakup:
- 2.400 satelit inferensi
- 400 satelit pelatihan
Satelit-satelit tersebut akan ditempatkan di berbagai jenis orbit:
- Orbit sinkron Matahari
- Orbit fajar-senja
- Orbit inklinasi rendah dengan ketinggian 500–1.000 kilometer
Seluruh jaringan akan terhubung melalui tautan laser antar-satelit guna memastikan transfer data berkecepatan tinggi.
Target kapasitas jaringan ini mencakup:
- Komputasi inferensi sebesar 100.000 petaflop
- Komputasi pelatihan sebesar 1 juta petaflop secara global
Rencana peluncuran klaster kedua dan ketiga dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun 2026.
Target jangka menengah adalah membentuk jaringan awal dengan 1.000 satelit yang rampung pada tahun 2030.
Tren Global Komputasi AI ke Luar Angkasa
Penerapan AI secara langsung di orbit menjadi tren baru seiring meningkatnya kebutuhan daya komputasi global.
Pada November 2025, SpaceX telah mengorbitkan satelit Starcloud-1 yang dilengkapi GPU Nvidia, menunjukkan tren serupa menuju pemrosesan AI langsung dari luar angkasa.
Langkah China melalui GuoXing menjadi bagian penting dari era baru infrastruktur komputasi berbasis luar angkasa yang cerdas, cepat, dan mandiri.
- Penulis :
- Aditya Yohan







