Pantau Flash
Cair H-10! Sri Mulyani Siapkan Rp30,6 Triliun untuk THR PNS
Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri Tak Mudik Lebaran
Eks Ketua Pengadaan Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,829 Miliar
KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Menhan Prabowo: Segera Modernisasi Alutsista 3 Matra
Update COVID-19 22 April: Kasus Positif Naik 6.243 dengan Total 1.626.812

Jelang Akhir Tahun 2020, Rupiah Ditutup Menguat Rp14.000 per USD

Jelang Akhir Tahun 2020, Rupiah Ditutup Menguat Rp14.000 per USD Mata uang Rupiah dan Dolar. (Foto: Antara)

Pantau.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir tahun ditutup menguat mendekati level psikologis Rp14.000 per dolar AS.

Rupiah Rabu (30/12/2020) ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke posisi Rp14.050 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.130 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah 20 Poin, Pemicu Eskalasi Kasus COVID-19


"Dengan melihat perencanaan pemerintah yang optimis akan imunisasi vaksin, maka pelaku pasar kembali gembira dan merespons positif terhadap pertumbuhan ekonomi ke depan yang akan kembali membaik. Dan arus modal asing kembali masuk dalam pasar finansial dalam negeri, sehingga wajar kalau mata uang Garuda di akhir tahun ditutup menguat mendekati Rp14.000," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu.

Pemerintah sudah menyiapkan dua gelombang imunisasi vaksin COVID-19 di Tanah Air. Gelombang pertama vaksinasi dilakukan pada Januari 2021 hingga April 2021. Vaksin akan disuntikkan kepada 1,3 juta petugas kesehatan dan 17,4 juta petugas publik.

Pada gelombang pertama vaksinasi pemerintah juga mempertimbangkan memberikan vaksin kepada 21,5 juta penduduk lanjut usia berumur 60 tahun ke atas, namun penyuntikan dilakukan setelah mendapat informasi keamanan vaksin

Sedangkan gelombang kedua vaksinasi akan dilakukan pada April 2021. Vaksin akan disuntikkan kepada 63,9 juta masyarakat rentan atau masyarakat di daerah dengan risiko penularan tinggi. Selanjutnya masyarakat lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin dengan jumlah 77,4 juta penduduk.

Dari eksternal, pelaku pasar mencerna berita bahwa Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell menunda pemungutan suara untuk meningkatkan jumlah stimulus AS. McConnell menunda pemungutan suara untuk meningkatkan jumlah stimulus dari 600 dolar AS menjadi 2.000 dolar AS per individu, setelah Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Donald Trump sama-sama menyetujui kenaikan awal pekan ini.

Sementara itu peluncuran vaksin COVID-19 terus berlanjut secara global, dengan Uni Eropa akan membeli 100 juta dosis BNT162b2, vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer Inc dan BioNTech SE.

Baca juga: Rupiah Akhir Pekan Ditutup Menguat Rp14.090 per USD


Jumlah kasus COVID-19 global terus meningkat. AS juga telah melaporkan kasus pertama COVID-19 jenis B177, yang pertama kali terlihat di tenggara Inggris pada September lalu.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.115 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.050 per dolar AS hingga Rp14.115 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.105 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp14.169 per dolar AS.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: