Pantau Flash
Mantap! DKI Jakarta Catat Angka Kesembuhan Harian Covid-19 Tertinggi
Wagub DKI Jakarta Rangkul Ormas untuk Jaga Stabilitas Ibu Kota, Sebut Bentuk Kolaborasi dengan Pemerintah
Pemerintah Turunkan Harga PCR Rp275 Ribu, Langsung Berlaku Mulai Hari Ini
Ribuan Ormas di Jakarta Deklarasikan Diri untuk Amankan Ibu Kota pada Pemilu 2024
Sah! Harga PCR Resmi Turun Jadi Rp275 Ribu, di Luar Jawa-Bali Rp300 Ribu

Jumlah Penumpang Tumbuh, Bos Garuda: Belum Sesuai Ekspektasi

Jumlah Penumpang Tumbuh, Bos Garuda: Belum Sesuai Ekspektasi Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. (Foto: Antara)

Pantau.com - Beberapa waktu lalu, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengeluarkan relaksasi kepada maskapai penerbangan untuk menaikan kapasitas penumpangnya. Kebijakanini dilakukan untuk membantu maskapai agar bisa tetap survive di tengah pandemi COVID-19.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan relaksasi yang dikeluarkan pemerintah ini sudah mulai memunculkan optimisme. Musababnya, sudah mulai ada kenaikan jumlah penumpang baik domestik maupun internasional.

Baca juga: Bos Garuda Kirim Sinyal Kebangkrutan Maskapai Nasional


"Memang Pemerintah sudah melakukan beberapa relaksasi. Kita sudah melihat ada pertumbuhan jumlah penumpang, baik itu di domestik maupun di internasional," ujar Irfan dalam diskusi virtual.

Hanya saja, menurut Irfan, peningkatan jumlah penumpang ini belum sesuai ekspektasi. Dasarnya, masih banyak masyarakat yang belum mau berpergian ke luar kota.

"Namun demikian perlu diketahui peningkatan ini nampaknya tidak sesuai dengan harapan kita semuanya, karena masih mayoritas penumpang kita posisinya masih wait and see," paparnya.

Baca juga: Ketika Bos Garuda Keluhkan Tes PCR Lebih Mahal Ketimbang Tiket Pesawat


Ia juga menambahkan, berdasarkan internal riset disebutkan 60 hingga 70% penumpang yang biasanya terbang dengan maskapai penerbangan Garuda masih memilih untuk melihat dan menunggu. Alasannya, masyarakat menunggu perkembangan mengenai pandemi virus Korona.

"Jadi internal riset kita mengatakan bahwa sekitar 60-70% penumpang yang biasanya terbang dengan Garuda posisinya adalah wait and see, mencoba melihat perkembangan yang ada ke depan, terbang itu masih ada atau tidak. Sehingga akhirnya kami saat ini mengkampanyekan terbang bersama Garuda adalah aman dan nyaman,"tukasnya.


Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: