Pantau Flash
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil

Menko Perekonomian: Selama Pandemi COVID-19, PSBB Terus Berjalan

Menko Perekonomian: Selama Pandemi COVID-19, PSBB Terus Berjalan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai wacana pelonggaran atau penghentian Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak akan terwujud. Pasalnya ini erat kaitannya dengan wacana penerapan new normal di tengah pandemi virus Korona.

Menurut Airlangga, selama pandemi masih ada, PSBB pun akan tetap berjalan. Hal ini berdasarkan undang-undang yang berlaku.

"PSBB selama pandemi ini berjalan terus karena ini bagian dari UU, yang menghapus dari keputusan WHO, sudah tidak ada pandemi maka tidak ada PSBB," kata Airlangga dalam sebuah diskusi.

Baca juga: Pekerja Lapangan yang Lakukan PSBB Rentan Gangguan Mental

Lantas Airlangga mengaku tidak akan ada pelonggaran PSBB. Terlebih, reproduksi virus harian di Indonesia masih belum turun.  "Karena tentu kita harus memonitor seluruhnya akan dimonitor peningkatan yang tertular, apabila angka meningkat, reproduksi harian (RT) kembali naik maka itu dilakukan pembatasan kembali," paparnya.

"Tidak ada yang dilonggarkan dari PSBB, karena PSBB itu menjadi bagian untuk mengantisipasi pandemi COVID-19," sambungnya.

Menurut Airlangga, beberapa daerah di Indonesia mulai ada yang menunjukkan tren penurunan dan penularan kasus. Namun ini harus terus dipantau secara komprehensif.

Baca juga: Jika Pelonggaran PSBB Dilakukan, Pemerintah Wajib Lakukan Hal Ini

"Secara rata-rata beberapa punya potensi ke arah sana, tetapi potensi ini harus ditracking selama 14 hari, oleh karena itu pemerintah masih melakukan tracking data-data tersebut. Dan nanti setelah data tersebut siap tentu ada persyaratan berikut apakah pelayanan kesehatan tetap terjaga, apakah masyarakat siap," urainya.

Adapun sektor-sektor yang nantinya dibuka harus dilihat kesiapan penerapan protokol kesehatan. Itu tetap menjadi kunci dalam the new normal, ketika vaksin Korona belum ditemukan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: