Pantau Flash
Menteri PPPA Ungkap UU Ketenagakerjaan Tumpang Tindih Soal ASI 6 Bulan
Pemerintah Siapkan Pendanaan Vaksin COVID-19 Sebesar Rp5 Triliun
Bandung Buka Sekolah Tatap Muka Mulai 18 Agustus 2020
Gempa Bumi Magnitudo 5,3 Guncang Maluku Utara
Menteri Edhy: Saya Bukan Menteri Kelautan dan Periklanan

Mentan Minta Semua Dirjen Turun ke Lapangan di Musim Tanam Kedua

Mentan Minta Semua Dirjen Turun ke Lapangan di Musim Tanam Kedua Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) saat berdialog dengan petani dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. (Megapolitan.Antaranews.Com/Foto: HO/Humas Kementan RI)

Pantau.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, meminta agar seluruh jajarannya, khususnya eselon I para direktur jenderal, di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) meninjau ke lapangan untuk memastikan percepatan musim tanam kedua terlaksana.

Dalam acara Musyawarah Pembangunan Pertanian, Mentan Syahrul meminta agar para dirjen dapat meninjau langsung terkait pelaksanaan musim tanam kedua atau musim gadu yang dimulai sekitar Juni-Juli. Dengan begitu, kendala seperti distribusi pupuk hingga alsintan dapat diantisipasi.

"Saya berharap tidak ada (hari) minggu, seorang dirjen yang tidak ke lapangan, terutama untuk cek keadaan beberapa bulan terakhir. Tidak ada minggu, yang eselon II hanya di Jakarta, tolong lah ke daerah, lihat apa yang ada," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam sambutan pembukaan Musrenbangtan di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Kementan Dorong Pola Pertanian Terpadu Demi Wujudkan Lumbung Pangan

Mentan meminta agar dalam waktu empat bulan ke depan, seluruh dirjen dapat melakukan percepatan pada musim tanam kedua ini sehingga produksi beras yang dihasilkan dapat sesuai target yakni sekitar 12,5 juta ton sampai 15 juta ton setara beras.

Pada musim tanam kedua tahun ini, Kementan menargetkan luas lahan tanam padi mencapai 5,6 juta hektare untuk menambah produksi beras dan memperkuat ketahanan pangan.

Ada pun sejumlah daerah yang menjadi andalan produksi padi pada musim tanam kedua ini adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Utara.

Baca juga: Balitbangtan Diminta Lanjutkan Riset Eucalyptus untuk Tangkis COVID-19

Percepatan tanam pada musim kedua ini dilakukan Kementan dalam mengantisipasi peringatan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) bahwa akan terjadi kekeringan yang mengakibatkan potensi krisis pangan.

Oleh karena itu ia meminta agar seluruh jajarannya dapat membangun koordinasi dengan para kepala dinas di kabupaten/kota, penyuluh pertanian, hingga Kostra Tani yang telah dibentuk hingga pada level kecamatan.

"Pendekatan di kecamatan menjadi penting, karena di situlah informasi terhadap bagaimana kondisi. Dalam satu kecamatan yang sudah ditanam berapa ribu, pupuk yang sudah disalurkan berapa ribu. Data dan informasi itu ada di Kostra Tani," tegas Mentan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: