Pantau Flash
98 Orang di Secapa AD yang Dinyatakan Positif Ternyata Negatif COVID-19
Kantor DPRD Jateng Ditutup Selama 3 hari
Erick Thohir Gandeng IFC, Direksi BUMN Nggak Bisa 'Nakal' Soal GCG
Bima Arya Tegaskan Bus Bantuan di Stasiun Bogor Hanya Sementara
China Keluarkan Aturan Baru, Asian Beach Games Terancam Mundur

Mentan: Pasar Tani Hadir Bukan untuk Saingi Pasar Tradisional

Mentan: Pasar Tani Hadir Bukan untuk Saingi Pasar Tradisional Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa keberadaan pasar Mitra Tani yang dikelola oleh Kementerian Pertanian (Kementan) bukan untuk menyaingi pasar tradisional, namun untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau.

Hal itu dikatakan Mentan saat melakukan kunjungan kerja ke Maluku, Sabtu, dan meninjau Pasar Mitra Tani Maluku guna memantau langsung pasokan bahan pokok.

"Pasar Mitra Tani ini sebenarnya bukan untuk menyaingi keberadaan pasar. Sekali lagi bukan, tapi untuk menstabilkan. Artinya, kalau di pasar harga naik, di sini harga standar. Ini juga sekaligus menjadi media pemasaran bagi kelompok tani, sumber informasi komoditas pertanian ada di sini. Sama-sama kita jaga dan harus menjadi lebih baik," kata Mentan Syahrul, di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Baca juga: Kementan: Asuransi Tani Capai Luasan 333,5 Ribu Hektare


Menurut Mentan, Pasar Mitra Tani yang terdapat di setiap provinsi ini bertujuan mempercepat penyerapan berbagai komoditas pangan dari kelompok tani, sehingga masyarakat bisa memperoleh pangan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu juga mengingatkan bahwa ancaman krisis pangan akibat pandemi COVID-19 tidak hanya ada di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Oleh karena itu, kata dia, Kementan lewat Badan Ketahanan Pangan ingin memastikan pasokan pangan tercukupi, khususnya di Maluku.

Ada pun berbagai komoditas pangan dijual di Pasar Mitra Tani Maluku yang terletak di Jalan Kebun Cengkeh, Batu Merah, Kec. Sirimau, Kota Ambon, yakni beras medium dengan harga Rp9.500 per kilogram dan  gula pasir Rp12.500 per kilogram.

Selain itu tersedia cabai rawit Rp15.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp20.000 per kilogram, bawang putih Rp30.000 per kilogram, dan bawang merah Rp40.000 per kilogram. Ada juga minyak goreng ukuran 1 liter dijual dengan harga Rp12.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per kilogram.

Baca juga: Masyarakat Antusias Order via Gojek di Toko Tani Kementan


Selain bahan pokok, Pasar Mitra Tani Maluku juga menjual produk pangan lainnya seperti wortel ukuran M Rp20.000 per kilogram, kentang Rp20.000 per kilogram, hingga tomat apel Rp15.per kilogram.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi yang turut hadir mengatakan Pasar Mitra Tani akan terus bergerak melayani kebutuhan pangan masyarakat.

"Kami pastikan agar kebutuhan pangan pokok bagi masyarakat tidak hanya terjamin ketersediaannya, tapi juga didukung dengan kelancaran distribusinya. Pasar Mitra Tani yang ada di setiap provinsi membantu masyarakat memperoleh pangan yang terjangkau dan berkualitas," kata Agung.

Selain kunjungan ke Pasar Mitra Tani, Mentan Syahrul juga berkesempatan melakukan peninjauan peternakan ayam milik petani dan kebun bibit pala di Kabupaten Maluku Tengah.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: